KSSK: Kemajuan penanganan COVID-19 dukung perbaikan ekonomi 2021

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan tren perbaikan ekonomi tahun ini akan didukung oleh kemajuan penanganan COVID-19 termasuk program vaksinasi.

“Ke depan untuk perekonomian tahun 2021 ini kita akan terus mengawal dan trennya akan terus membaik didukung dengan kemajuan penanganan COVID-19 termasuk vaksinasi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Tak hanya itu, Sri Mulyani menuturkan tren perbaikan ekonomi Indonesia 2021 turut didukung oleh peningkatan dan penguatan kebijakan serta pemulihan ekonomi global yang mulai terjadi di beberapa negara.

Baca juga: KSSK sebut stabilitas sistem keuangan normal, namun tetap waspada

Ia menyebutkan beberapa lembaga multilateral memperkirakan ekonomi global 2021 tumbuh di level 5 persen sehingga diharapkan mampu menaikkan volume perdagangan internasional dan mendorong perbaikan harga komoditas global.

Sementara itu, dari sisi ketidakpastian pasar keuangan diperkirakan trennya akan menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan kinerja ekonomi global serta kebijakan fiskal oleh pemerintah Amerika Serikat yang baru dilantik.

“Likuiditas global relatif besar dan suku bunga tetap terjaga rendah,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur BI paparkan 3 strategi dukung pembiayaan dunia usaha

Menurutnya, perkembangan aspek global dan kondisi keuangan global telah mendorong aliran modal ke negara-negara berkembang sehingga menopang penguatan mata uang berbagai negara termasuk rupiah di Indonesia.

Kemudian dari sisi domestik, perkembangan sejumlah indikator hingga akhir Desember 2020 juga mendukung konfirmasi arah pemulihan ekonomi domestik yang akan berlanjut.

Hal ini tercermin dengan adanya beberapa perbaikan antara lain PMI manufaktur yang telah meningkat dan terkuat dalam enam tahun terakhir serta indeks keyakinan konsumen yang juga menguat.

Baca juga: Menko Airlangga beberkan strategi pemulihan ekonomi 2021-2022

Ia melanjutkan perbaikan juga terjadi pada beberapa sektor yang mendukung kebutuhan primer, kondisi kenormalan baru, penanganan COVID-19 serta kegiatan ekspor.

Berikutnya, stabilitas eksternal pada 2021 tetap terjaga didukung oleh neraca pembayaran Indonesia 2021 yang diperkirakan surplus dan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan berada di kisaran 1 persen hingga 2 persen dari PDB.

Kemudian juga dipengaruhi ekspor yang tumbuh positif seiring dengan pemulihan global serta impor yang diperkirakan naik dengan tujuan memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri dalam bentuk bahan baku dan barang modal.

“Inflasi pada 2021 tetap terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 persen ditopang dengan inflasi inti,“ ujarnya.

Secara keseluruhan, Sri Mulyani menegaskan stabilitas sistem keuangan diperkirakan tetap terjaga dan kuat dengan fungsi intermediasi perbankan yang diharapkan semakin pulih sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik.

Meski demikian, ia mengatakan prospek kecepatan pemulihan ekonomi ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan COVID-19, vaksinasi dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan, kemampuan mengendalikan COVID-19 dan susksesnya vaksinasi akan menjadi persyaratan bagi proses pemulihan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” tegasnya.