KSSK sebut kondisi sistem keuangan dalam keadaan kuat

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi sistem keuangan hingga triwulan III-2022 masih berada dalam keadaan kuat di tengah masih tingginya risiko global.


"Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memperkuat koordinasi dan terus mewaspadai perkembangan risiko global," kata Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2022 di Jakarta, Kamis.

​​​​​
Ikut hadir dalam jumpa pers Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.


Sri Mulyani mengatakan KSSK akan menyiapkan berbagai respon kebijakan dalam mengantisipasi kinerja perekonomian global yang terlihat melambat dengan risiko ketidakpastian yang semakin tinggi ke depannya.

Baca juga: Anggota DPR minta KSSK perkuat sinergi untuk antisipasi krisis

Menurut dia, kondisi global saat ini dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, terutama AS, Eropa dan China, yang terlihat dari PMI manufaktur global pada September 2022 yang masuk ke zona kontraksi pada level 49,8.


"Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan perang di kawasan Ukraina yang memicu tekanan inflasi tinggi, fragmentasi ekonomi global, perdagangan dan investasi serta kebijakan pengetatan moneter yang lebih agresif," katanya.

Namun, situasi domestik saat ini masih dalam keadaan kuat dengan masa pemulihan terus berjalan, salah satunya melalui pemanfaatan instrumen APBN 2022 secara antisipatif dan responsif, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan.

"Kami dari KSSK akan terus mengedepankan coordination policy response serta kebijakan terkoordinasi untuk mitigasi dampak gejolak global dan pemburukan ekonomi global yang berpotensi menimbulkan rembesan pada ekonomi Indonesia dan stabilitas sistem keuangan domestik," katanya.

Baca juga: Sri Mulyani prediksi ekonomi RI kuartal I tumbuh 4,5-5,2 persen

Selain itu, penguatan dan koordinasi sinergi antar lembaga maupun anggota KSSK akan terus dilakukan melalui instrumen untuk menjaga stabilitas makro dan sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit pada sektor prioritas yang sejalan dengan pembangunan nasional dan menjaga pemulihan ekonomi.

Menurut rencana, KSSK akan melakukan rapat berkala selanjutnya pada Januari 2023, dengan koordinasi akan terus dilakukan antar anggota untuk mengantisipasi dampak dari gejolak global yang luar biasa.