KTH Raja Ampat tangkap pemburu liar di kawasan konservasi

Kelompok Tani Hutan atau KTH Warkesi Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat menangkap empat orang pemburu liar di kawasan konservasi daerah penyangga cagar alam Waigeo Barat.

Kelompok Tani Hutan binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua Barat menangkap empat pemburu liar tersebut, Sabtu dini hari dengan barang bukti tiga satwa dilindungi yang sudah mati dibunuh.

Ketua Tim Patroli KTH Warkesi, Meren Dawa mengatakan bahwa awalnya aksi pemburu liar tersebut diketahui oleh ketua Kelompok Tani Hutan Sabtu dini hari kemudian bergegas memberitahu tim patroli dan juga polisi kehutanan.

Ia menjelaskan bahwa tim langsung turun ke lokasi wilayah kerja KTH Warkesi dan langsung mengamankan keempat pemburu liar tersebut dengan barang bukti satu ekor Kuskus endemik Waigeo Raja Ampat, satu ekor tupai, satu ekor burung maleo yang sudah dibunuh.

Baca juga: Pemburu rusa ditangkap di Taman Nasional Way Kambas Lampung

Tim langsung menyita senapan angin dan hasil buruan. Kemudian menggiring empat orang pemburu liar tersebut ke Kantor Seksi Wilayah 1 Waisai BBKSDA Papua Barat guna dimintai keterangan.

Menurut dia, saat ditangkap empat pemburu liar tersebut meminta maaf karena tidak mengetahui kawasan konservasi serta hewan-hewan yang dilindungi.

Ditambahkan bahwa empat pemburu liar tersebut diberikan arahan kemudian disuruh menandatangani surat pernyataan agar tidak terulang kembali.

Baca juga: KLHK tangkap pemburu satwa silindungi di Jambi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel