KTM: Kemenangan Dakar Kali Ini akan Lebih Bernilai

Jamie Klein
·Bacaan 2 menit

Tahun lalu, untuk pertama kalinya KTM kalah dalam kategori motor di Reli Dakar sejak 2000. Honda bersama Ricky Brabec berhasil meraih kemenangan di Arab Saudi menghentikan 18 kemenangan beruntun tim yang bermarkas di Mattighofen, Austria itu.

Namun, Viladoms meyakini kesuksesan besar KTM membuat banyak orang berpikir timnya meraih kemenangan dengan mudah. Kekalahan tahun lalu, membuatnya merasa itu bukan masalah timnya lagi.

"Setelah kehilangan kemenangan beruntun, itu adalah sesuatu yang jika saya lihat secara perspektif, positif," kata Viladoms kepada Motorsport.com. "Ketika kami menang lagi, maka itu akan lebih bernilai.

"Itu terlihat kami sangat mudah meraih kemenangan dan sebenarnya tidak seperti itu. Mereka selalu membuat kami kesulitan dan di edisi terakhir mereka sukses mengalahkan kami. Itu menjadi motivasi tambahan. Tak diragukan lagi, ini membuat kami lebih kuat."

Toby Price, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Red Bull KTM Factory Racing

Toby Price, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Red Bull KTM Factory Racing<span class="copyright">KTM Images</span>
Toby Price, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Red Bull KTM Factory RacingKTM Images

KTM Images

Sedangkan Luciano Benavides dipindahkan ke Husqvarna, bergabung dengan Pablo Quintanilla dan mantan pembalap Yamaha, Xavier de Soultrait.

Price, Walkner and Sunderland akan membimbing rekan setim barunya, Daniel Sanders. Pria asal Australia itu memainkan debutnya bersama KTM pada Reli Andalusia sebagai event pemanasan, Oktober lalu. Ia meraih satu kemeangan dari 11 stage yang dipertarungkan.

Peraih dua kemenangan Dakar Price menjadi pembalap KTM yang finis paling tinggi di Andalusia. Ia menempati posisi keempat dengan jarak 12 menit dari pemenang gelaran tersebut, Kevin Benavides wakil Honda.

Viladoms meyakini Brabec akan menjadi pembalap yang harus dikalahkan pada Dakar 2021, meski ia hanya finis di urutan ke-14 di Andalusia.

"Tim berkembang dengan sangat baik, kami memiliki profil pembalap berbeda dengan kualitas berbeda, tapi kami sangat senang," kata Viladoms. "Pada sesi latihan terakhir, kami fokus pada setelan motor, navigasi, melakukan banyak percobaan di gurun pasir.

"Pada akhirnya, setidaknya mereka akan datang dalam kondisi yang bagus. Tim lain juga bekerja keras dan kami berusaha terus memberikan tekanan kepada mereka.

"Jelas, Ricky Brabec menjadi pembalap yang harus dikalahkan, dia membutikan pada tahun lalu bisa bekerja dengan sangat baik dan satu-satunya yang memiliki peluang besar. Mereka memenangi Dakar tahun lalu dan mereka menjadi referensi kami. Kami akan berusaha merebut trofi dari mereka."