KTT G20, Jokowi Bicara Potensi Kerawanan Pangan Tinggi di 48 Negara Berkembang

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11). Jokowi menyebut, bahwa suatu kehormatan bagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah pada tahun ini.

"Yang Mulia, Para Pemimpin, dengan ini saya nyatakan KTT G20 dibuka. Selamat datang di Bali, selamat datang di Indonesia Merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20. Saya sangat paham, perlu upaya yang luar biasa agar kita dapat duduk bersama di ruangan ini," kata Jokowi dilihat dilihat tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/11).

Jokowi menyebut, bahwa dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa. Dia berujar, krisis demi krisis terjadi, pandemi Covid-19 belum usai, rivalitas terus menajam, hingga perang pun terjadi.

"Dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang," ujarnya.

Jokowi lalu menyinggung masalah pupuk agar tidak disepelekan. Menurutnya, persoalan ketersediaan pupuk di dunia harus menjadi perhatian bersama.

"Masalah pupuk jangan disepelekan. Jika kita tidak segera mengambil langkah agar ketersediaan pupuk mencukupi dengan harga terjangkau, maka 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram," ucapnya.

Jokowi menambahkan, tingginya harga pangan saat ini dapat semakin buruk dan menjadi krisis karena tidak adanya pasokan pangan. Dia berkata, kelangkaan pupuk dapat mengakibatkan gagal panen di berbagai belahan dunia.

"48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pangan tertinggi akan hadapi kondisi yang sangat serius. Selain itu, kita juga melihat tatanan dunia dan hukum internasional juga sedang diuji," tuturnya.

[ray]