Kuala Lumpur Digoyang Unjuk Rasa Sistem Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID,KUALALUMPUR--Ibukota negara Malaysia, Kuala Lumpur (KL), dibanjiri sekitar 25.000 demonstran yang melakukan jalan bersama menuju Central Square di tengah kota KL menuntut perubahan pada sistem Pemilu.

Para pengunjuk rasa meyakini aturan yang berlaku terhadap sistem Pemilu akan menguntungkan Perdana Menteri Najib Razak beserta koalisinya untuk Pemilu berikutnya. Seperti dilaporkan BBC yang dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Sabtu.

Demonstrasi ini merupakan salah satu aksi terbesar di Malaysia selama satu dekade terakhir.

Aksi ini didukung oleh kalangan kelompok reformis yang didukung oleh oposisi, Bersih.

Parlemen setempat telah meloloskan beberapa reformasi terkait Pemilu pada bulan ini, tetapi para aktivis menyatakan reformasi itu tidak menyelesaikan akar masalah dari kecurangan dalam Pemilu yang memperbesar peluang partai berkuasa (Barisan Nasional) untuk kembali menang.

Polisi anti huru hara Malaysia melepaskan gas air mata dan menggunakan water cannon ditujukan kepada demonstran yang memenuhi tengah kota KL.

Polisi Malaysia telah memblokade kawasan Merdeka Square dengan kawat berduri dan barikade. Polisi pun mulai menembakkan gas air mata ketika barikade ini di dekati pengunjuk rasa.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.