Kualifikasi Piala Asia 2023: Bagi Mantan Bek Arema, Stefano Lilipaly Jelas Jadi Tumpuan di Lini Depan Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia sudah menjalani dua laga Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait. Sekali menang lawan tuan rumah Kuwait dan kalah saat bersua Yordania.

Sisi yang masih menjadi perhatian dari dua laga itu ada di lini depan. Karena pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menurunkan komposisi yang berbeda di depan untuk komposisi strarting XI.

Ketika melawan Kuwait, Stefano Lilipaly menjadi striker bayangan atau false nine. Sedangkan lawan Yordania, Shin Tae-yong memasang Dimas Drajad.

Praktis pada laga terakhir lawan Nepal, Rabu (15/6/2022) masih jadi misteri seperti apa komposisi lini depan yang akan diturunkannya. Karena Timnas Indonesia butuh kemenangan untuk lolos ke fase selanjutnya.

Penuh Talenta

<p>Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Bangladesh pada laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)</p>

Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Bangladesh pada laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Mantan bek Arema asal Brasil, Claudio de Jesus memberikan pandangan terkait performa Timnas Indonesia.

“Kalau saya suka melihat Lilipaly yang dipasang di depan. Karena dia bisa main lebih dari striker,” kata bek Arema musim 2005-2006 tersebut.

Pemain Kunci

Saat melawan Kuwait, Lilipaly bisa membuat serangan Timnas Indonesia lebih sulit ditebak. Lantaran dia bisa jadi pemantul dan menciptakan peluang bagi pemain lain.

Tinggal bagaimana rekan-rekannya di tengah maupun sayap bisa memanfaatkan peluang itu. “Lilipaly juga pemain yang pintar. Cara bermainnya seperti pemain Brasil,” sambungnya.

Pemain Stylish

Namun saat ditanya opsi lain jika Liliplay kurang fit, Claudio melihat sosok M. Rafli bisa jadi solusi. Bukan karena Rafli pemain asal Arema. Tapi cara bermainnya lebih stylish dan bisa merusak pertahanan lawan.

“Rafli juga striker bagus. Tapi jika memilih, saya kira Lilipaly masih bisa dikedepankan,” lanjut mantan asisten pelatih Persipura Jayapura ini.

Kebutuhan Pelatih

<p>Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Bangladesh pada laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)</p>

Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly tampak kecewa usai gagal mencetak gol ke gawang Bangladesh pada laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (1/6/2022) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Tapi bukan berarti sosok Dimas Drajad yang merupakan opsi lain lini depan Timnas Indonesia kualitasnya jelek. Itu lebih pada kebutuhan dan selera pelatih.

“Kalau saya pribadi lebih menghibur pemain dengan skill bagus,” tegasnya.

Di mata Claudio, Timnas Indonesia sebenarnya punya karakter bermain stylish dan mengandalkan kecepatan. Jika semua potensi itu bisa dikeluarkan, itu jadi kekuatan tersendiri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel