Kuartal II-2022, Program Kredit Lawan Rentenir OJK Tembus Rp4,4 T

Merdeka.com - Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memerangi praktik rentenir hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap mencekik masyarakat dengan bunga tinggi. Antara lain melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).

"OJK senantiasa melindungi masyarakat dari banyaknya praktik rentenir," kata Direktur Humas OJK Darmansyah dalam Journalist Class Tahap 2 di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (6/9).

Dalam bahan paparannya tercatat, realisasi penyaluran program Kredit Melawan Rentenir tersebut mencapai Rp4,4 triliun di akhir Triwulan II-2022. Angka ini menjangkau 337,9 debitur.

OJK berharap, melalui pemberian program Kredit lawan rentenir tersebut bisa membantu banyak masyarakat maupun pelaku UMKM terhindar dari jerat rentenir maupun pinjol ilegal. Menyusul, adanya penawaran bunga yang lebih murah dan aman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi pesan khusus kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jokowi mendapat laporan adanya praktik 'rentenir' berkedok pinjaman online. Pada akhirnya menjerat masyarakat kelas bawah.

Keluhan masyarakat soal tindak pidana keuangan hingga pinjaman online atau pinjol dengan bunga yang mencekik sampai ke telinga Jokowi.

"Saya mendengar masyarakat bawah tertipu oleh bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya, ini harus dikawal sebab agar perokonomian tumbuh sehat," ujar Jokowi saat memberikan keynote speech dalam acara OJK Virtual Innovation Day, Senin (11/10).

Jokowi mengingatkan ini berkaca dari fenomena maraknya penyelenggara fintech yang terus bermunculan. Dia meyakini, inovasi finansial technologi bakal semakin marak ke depannya. Jokowi melihat bank berbasis digital sudah bermunculan. Selain itu, asuransi berbasis digital juga bermunculan dan berbagai macam e-payment yang harus didukung. [azz]