Kuartal Pertama 2013 Honda Jual 878.414 Unit Motor Injeksi

Otosia.com -

PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil meraih 64 persen pangsa pasar motor injeksi selama kuartal pertama tahun ini. Hal ini tidak lepas dari layanan terbaik honda dan sambutan masyarakat. 

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), selama Januari-Maret 2013, AHM berhasil menjual 878.414 unit sepeda motor berteknologi injeksi. Angka ini mengantarkan perusahaan menguasai 64 persen dari total pasar sepeda motor injeksi yang pada periode ini mencapai 1.373.052 unit.

Deputy General Manager AHM Thomas Wijaya menyatakan pencapaian ini merupakan hasil dari keseriusan perusahaan dalam mengembangkan produk motor berteknologi injeksi. Produk yang mampu memberikan banyak manfaat kepada konsumen dan terbukti semakin hemat, mudah serta hebat, dirilis Astra Honda Selasa (23/04).

Selain mudah perawatan dan biayanya yang terjangkau, teknologi injeksi Honda atau yang lebih dikenal dengan PGM-FI (Programmed Fuel Injection) mampu membuat motor Honda menjadi motor teririt di kelasnya.

Motor Injeksi Honda VarioMotor Injeksi Honda Vario

Berdasarkan pengukuran menggunakan metode ECE R40, All New Honda BeAT PGM-FI tercatat sebagai yang teririt di segmen entry level skutik. Kemudian Honda Vario Techno 125 PGM-FI di segmen high skutik, dan Honda Supra X 125 Helm in PGM-FI di segmen bebek.

Produk sepeda motor injeksi Honda ini juga tercatat memiliki gas buang terendah. Honda Supra X 125 Helm in PGM-FI pernah tercatat sebagai sebagai sepeda motor paling ramah lingkungan pada tahun 2012 yang dikukuhkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Artikel Terkait

 

 (kpl/rd)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.