Kuasa hukum John Kei nilai tuntutan JPU tidak jelas

MERDEKA.COM, Kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tanoto alias Ayung, John Refra Kei menilai tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak jelas. Mereka menyatakan terdapat beberapa fakta yang tidak ada selama persidangan.

"Pengajuan pledoi ini adalah untuk memperjelas tuntutan JPU yang tidak disusun dengan jelas," ujar salah satu kuasa hukum John Kei, Tofik Chandra dalam sidang di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Selasa (18/12).

Selain itu, Tofik mengatakan, tuntutan JPU juga mengandung kekeliruan. Pasalnya, JPU terkesan menyusun tuntutan tidak berdasarkan fakta persidangan secara utuh.

"Keliru, karena tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan dari keterangan para saksi. JPU hanya mengambil keterangan saksi-saksi sepenggal-sepenggal untuk kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan tuntutan," kata Tofik.

Selanjutnya, Tofik menambahkan, JPU terkesan ragu-ragu dalam menyusun tuntutan. "Apa yang disampaikan JPU hanya imajinasi dan spekulasi saja tanpa didukung oleh fakta dan alat bukti yang ada di persidangan. Sehingga JPU terlihat ragu-ragu dan subjektif dalam penyusunan tuntutan," ujarnya.

Lebih lanjut, Tofik menyatakan, persidangan terhadap kliennya dijalankan dengan rekayasa. Hal ini berdasar pada tidak adanya barang bukti yang diajukan oleh JPU.

"Selama persidangan berlangsung, JPU tidak menghadirkan barang bukti apapun," pungkas dia.

Dalam sidang ini, John Kei sendiri yang mengenakan kemeja biru, celana jeans hitam, dan sepatu kets putih itu bersama Josep dan Mukhlis tampak seksama mendengarkan pledoi yang dibacakan kuasa hukumnya.

Sebelumnya diberitakan, JPU telah menuntut John Kei 14 tahun penjara atas kasus pembunuhan Ayung. Kasus ini juga menjerat dua terdakwa lain yang merupakan rekan John Kei yakni Joseph Hungan dan Muchlis B Sahab. Mereka masing-masing dituntut 2 tahun penjara.

Pada sidang perdana, John Kei dkk didakwa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun. Perbuatan John Kei dkk, dianggap JPU memenuhi unsur pembunuhan disertai perencanaan yang tercantum pada Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Para terdakwa dikenakan dakwaan satu yaitu Pasal 340 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Pasal 56 KUHP ayat (1) ke-2. Selain itu, JPU juga mendakwa pasal 338 Jo 55 ayat (1) ke-1 dan 56 (1) ke-2 KUHP sebagai dakwaan subsider terhadap terdakwa John Kei dkk.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.