Kuasa Hukum: Lukas Enembe Sakit, Penyidik KPK Hentikan Pemeriksaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, memaparkan proses pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap kliennya, Kamis (3/11). Dia menyatakan penyidik tidak melanjutkan pemeriksaan karena orang nomor satu di Pemprov Papua itu tengah sakit.

Pemeriksaan berlangsung di kediaman Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Pemeriksaan itu berkaitan dengan kasus korupsi berupa gratifikasi senilai Rp1 miliar yang disangkakan kepada Lukas Enembe.

"Ya, tadi KPK dengan rombongan bertemu Pak Lukas di kediamannya, guna penyidikan dan pemeriksaan, namun tidak dapat dilakukan, karena klien kami Pak Lukas Enembe sakit," kata Aloysius.

Setelah tim penyidik KPK tak melanjutkan pemeriksaan soal tindak pidana, kliennya diperiksa dokter lembaga antirasuah. "Karena pak Lukas sakit, penyidik hentikan pemeriksaan, dan selanjutnya dr Yohanes dari KPK langsung memeriksa kesehatan pak Lukas," sambungnya.

Lukas Enembe Akan Diperiksa Tim dari IDI

Menurutnya, dokter KPK memeriksa sangat mendetil, mulai dari tensi, tekanan darah, wawancara langsung, juga melihat keadaan Lukas Enembe. "Kesimpulan itu akan diputuskan oleh KPK tentang kasus Lukas, karena beliau dalam keadaan sakit. Sama hal dengan pihak medis yang memeriksa tensi dan tekanan darah, suhu badan ternyata Lukas masih dalam keadaan yang tidak stabil, ke depan KPK memutuskan bagaimana kasusnya Pak Lukas,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih dari Lukas Enembe kepada Ketua KPK Firli Bahuri, atas periksaan yang berlangsung berjalan selama satu jam setengah jam itu. Selanjutnya nanti tim dokter IDI, secara independen memeriksa Lukas Enembe.

"Nanti dokter IDI mereka akan ke Papua, mereka berkoordinasi dengan tim dokter pribadi juga Pak Lukas, kapan mereka mau ke Papua," pungkasnya. [yan]