Kuasa Hukum: Penyidik Jadwal Ulang Pemeriksaan Ello atas Kasus DNA Pro

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello. Pemanggilan ulang menjadi saksi ini terkait kasus dugaan trading, DNA Pro.

Kuasa Hukum Ello, Charles Panjaitan mengatakan, informasi pemanggilan ulang ini diketahui saat Ello sedang berjalan menuju Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Namun, pemeriksaan terhadap kliennya ini belum diinformasikan kapan akan dijadwalkan ulang.

"Ketika di perjalanan menuju Bareskrim Polri, kami mendapatkan informasi dari penyidik bahwa agenda pemeriksaan terhadap klien kami ditunda sampai waktu yang akan diinfokan. Kemudian dengan alasan satu dan lain hal dari pihak penyidik," kata Charles kepada wartawan, Kamis (28/4).

Ello sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam kasus tersebut pada pukul 13.00 Wib. Ia sendiri dikonfirmasi bakal hadir dalam pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya, Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello dikabarkan bakal memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemanggilan ini sendiri dilakukan terkait kasus dugaan investasi ilegal berkedok robot trading, DNA Pro.

"Iya datang betul jam 1 (siang)," kata Kuasa Hukum Ello, Petra saat dihubungi, Kamis (28/4).

Selain itu, ia menegaskan, jika kliennya bukan merupakan brand ambassador dari DNA Pro. Melainkan hanya mengisi sebuah acara yang dilakukan pada 16 Desember 2021 lalu bersama dengan sejumlah penyanyi lainnya.

"Iya pengisi acara lah tanggal 16 Desember waktu itu. Di Bali, sama Rossa semua, Gigi Rossa," tegasnya.

Kendati demikian, ia belum menjelaskan secara rinci terkait barang bukti apa yang bakal dibawa pada saat pemeriksaan nanti.

Bos DNA Pro Ditangkap

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah menangkap bos investasi bodong robot trading DNA Pro bernama Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Penangkapan dilakukan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu (23/4) malam.

Diketahui, polisi melayangkan surat penerbitan red notice untuk ketiga tersangka ke Interpol atas nama Fauzi alias Daniel Zil, Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe dan Ferawaty.

Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, penangkapan terhadap Daniel Aba dilakukan saat ia baru saja kembali dari luar negeri yaitu Turki dengan menggunakan pesawat KLM.

"Jadi benar, pada tanggal 23 April kemarin salah satu petinggi DNA Pro inisial DA itu berhasil diamankan penyidik Tipideksus di Bandara Soetta saat yang bersangkutan kembali ke Indonesia dari Turki," kata Gatot kepada wartawan, Rabu (27/4).

"Tanggal 23 April, jam 21.00 Wib malam. Pesawat KLM dari Turki via Singapur itu diamankan," sambungnya.

Kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Daniel Aba usai dilakukan penangkapan.

"Saat ini masih proses penanganan tim penyidik," ujarnya.

Lalu, saat disinggung terkait dua tersangka lain yang masih buron yaitu Fauzi alias Daniel Zil dan Ferawaty. Saat ini masih terus diburu oleh polisi.

"(Dua lagi) Masih dilakukan pengejaran. (Barang bukti) Belum, masih diinikan dulu," tutupnya.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri melayangkan surat penerbitan red notice untuk ketiga tersangka kasus dugaan investasi bodong lewat robot tranding DNA Pro ke Interpol.

Mereka atas nama Fauzi alias Daniel Zil, Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe dan Ferawaty. Adapun, alasan penerbitan ini karena diduga tersangka telah kabur ke luar negeri.

"Ketiga tersangka DPO yaitu inisial DZ, DA, dan FE yang diduga berpergian keluar Indonesia," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Gatot menerangkan, penyidik Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri guna menindaklanjuti pencarian terhadap ketiga tersangka. Dalam hal ini, penyidik telah mengirim surat ke Divhubinter Polri untuk dimintakan penerbitannya ke interpol.

"Surat permintaan juga dilengkapi data perlintasan dari Ditjen imigrasi," ujar dia.

Gatot mengatakan, penyidik juga tengah menyusuri aset-aset milik ketiga tersangka. Di samping itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus berjalan guna mempercepat pemenuhan berkas perkara.

"Penyidik juga telah melakukan aset tracing, follow the money, berupa analisa rekening-rekening yang mencurigakan, dan juga melakukan pemeriksaan saksi, dan pemeriksaan tambahan para tersangka melengkapi berkas," ucap dia.

Dalam kasus ini, Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka. Adapun, enam tersangka yakni FR, RK, RS, RU, YS, dan JG. Sementara lainya masuk ke dalam daftar buron. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel