Kubu Ahyudin Bantah Temuan PPATK soal Aliran Donasi ACT ke Al-Qaeda

Merdeka.com - Merdeka.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengindikasikan adanya transaksi yang dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme, salah satunya kelompok teroris Al-Qaeda.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Mantan Presiden ACT Ahyudin, Teuku Pupun Zulkifli membantah terkait adanya dugaan transaksi tersebut sebagaimana hasil yang ditemukan PPATK.

Pasalnya, dia mengklaim bahwa ACT tidak ada afiliasi terhadap kelompok teroris.

"Tidak ada itu, itu semua fitnah itu. Itu semua tidak ada, yang pada Al-Qaeda, karena yayasan ini tidak ada afiliasi dengan teroris," kata Teuku saat dikonfirmasi, Senin (11/7).

Teuku mengatakan bahwa dana yang dikeluarkan ACT adalah bantuan kemanusiaan tidak terafiliasi dengan kelompok teroris, termasuk temuan yang berkaitan Al-Qaeda.

"Semua dalam bentuk kemanusiaan. (Kelompok teroris) itu semua fitnah.
Tidak ada (bukti transfer) fitnah itu semuanya," klaim dia.

Temuan PPATK

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengindikasikan transaksi yang dilakukan oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme. Hal itu lah, yang kini sedang didalami oleh pihaknya.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukannya itu telah diserahkan ke sejumlah lembaga aparat penegak hukum seperti Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Transaksi mengindikasikan demikian (untuk kegiatan terorisme). Namun perlu pendalaman oleh penegak hukum terkait," kata Ivan saat dihubungi, Selasa (5/7).

Ivan menyebut, berdasarkan temuan pihaknya terkait dengan transaksi. Dana yang telah didapatkannya itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan bahkan adanya dugaan digunakan untuk aktivitas terlarang.

"Indikasi kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang," sebutnya.

"Sudah kami serahkan hasil analisisnya kepada aparat penegak hukum sejak lama," sambungnya.

Secara terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut, pihaknya telah melakukan penyelidikan. Akan tetapi, belum adanya laporan yang masuk ke Korps Bhayangkara terkait hal itu.

"Belum ada laporan, masih lidik pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) dulu," kata Dedi. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel