Kubu Brigadir J ke Istri Sambo: Terduga Pelaku Pelecehan Meninggal Kasus Disetop

Merdeka.com - Merdeka.com - Kubu Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dan kubu keluarga Irjen Pol Ferdy Sambo terlibat saling sindir perihal laporan dugaan pelecehan seksual dan pengancaman pembunuhan dilaporkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sindiran itu berangkat dari pendapat pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak yang menilai seharusnya laporan dilayangkan Putri Candrawathi terhadap kliennya dihentikan. Menurut Kamaruddin, laporan itu sudah tak bisa dilanjutkan lagi lantaran sesuai Pasal 77 KUHP menyatakan bahwa penyidikan kasus itu bisa dihentikan atau SP3 apabila terlapor meninggal dunia.

"Jadi dilapor di (Polres Jakarta) Selatan oleh ibu Putri katanya sama si bapak. Tapi terlapornya orang mati, maka sesuai pasal 77 itu SP3. Itu tidak akan jalan," ujar Kamaruddin kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa (2/8).

Oleh sebab itu, dia pun menyindir seharusnya laporan yang dilayangkan Istri Ferdy Sambo itu sudah dihentikan. Sebab menurut dia, pihak terlapor dalam hal ini Brigadir J telah meninggal dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

"Tidak akan jalan karena orang mati tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. Orang hidup saja gila tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, apalagi orang mati. Nanti yang minta pertanggungjawaban adalah penguasa surga ya," ujar dia.

Tanggapan Kubu Istri Sambo

Tak berselang lama ketika ditemui di gedung Bareskrim, kuasa hukum istri Kadiv Propam non aktif Irjen Ferdy Sambo, Patra M Zen turut menjelaskan alasan melanjutkan laporan dua kaus ke polisi meski Brigadir J sudah meninggal dunia.

"Nah saya mau sampaikan, hukum acara biar masyarakat memahami, ketika seseorang melaporkan. Suatu peristiwa pidana maka kepolisian wajib menindaklanjutinya jadi kita mau tahu peristiwanya dulu nih," ucap dia.

"Kalaupun, ternyata tersangkanya sudah meninggal dunia maka kita gunakan Pasal 77 KUHP apa, penuntutannya hapus," tambah dia.

Dengan memakai dalih pasal 77 KUHP yang sama, Patra menilai jika alasan kasus ini harus tetap berlanjut agar masyarakat bisa tahu percis peristiwa sebenarnya yang terjadi ketika insiden baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu.

"Tetapi kan kita semua, mau tau peristiwanya seperti apa begitulah.
Dugaan kekerasaan seperti apa dugaan pencabulannya seperti jadi tidak usah khawatir pengacara dari sana udah diatur sama KUHAP dan KUHP," ucapnya.

Update Kasus

Sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Di mana ketiga kasus ini telah dinyatakan naik penyidikan. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel