Kubu Istri Ferdy Sambo: Sayatan di Leher Brigadir J Bekas Autopsi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Kuasa Hukum istri Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis menyentil kubu keluarga Brigadir J. Khusus pengacara yang berspekulasi ada bekas jeratan di leher jenazah Brigadir J.

Arman mengingatkan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J agar lebih bijaksana dalam melontarkan pernyataan. Sehingga tidak penuh dengan spekulasi ataupun asumsi terkait kasus adu tembak ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Dia menanggapi pernyataan pengacara Brigadir J yang menyatakan temuan jeratan di leher. Padahal, kata Arman itu bekas autopsi.

"Terbukti dari keterangan hasil autopsi yang disampaikan oleh tim autopsi, disampaikan tanda di leher tersebut adalah prosedur dalam melakukan autopsi, begitu juga dengan sayatan," jelas Arman saat dihubungi, Kamis (28/7).

Ancam Ambil Tindakan Hukum

Lebih lanjut, Arman meminta publik dapat sabar menunggu penuntasan kasus dari kepolisian. Pihaknya juga siap mengambil langkah hukum kepada siapapun yang melontarkan pernyataan bersifat spekulasi dalam perkara kematian Brigadir J.

"Jadi mari bersabar menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim khusus yang telah dibentuk oleh Kapolri dan kami tidak akan segan melakukan upaya hukum baik secara pidana maupun perdata apabila terbukti pernyataan tersebut tidak benar," kata Arman.

Ucapan Dokter Forensik

Ketua Tim Dokter Forensik Autopsi Ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto menyampaikan bahwa penanganan ekshumasi memiliki sejumlah kesulitan tersendiri. Tidak terkecuali terhadap jasad almarhum yang tewas dalam adu tembak ajudan Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

Namun begitu, kata Ade, pihaknya terbilang mendapatkan hasil yang cukup untuk pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa temuan pun masih bisa diyakini dan dinyatakan sebagai temuan luka. "Sekalipun ada beberapa tempat yang memang diduga adalah sebuah luka yang harus kami konfirmasi juga melalui pemeriksaan mikroskopik," jelas dia.

Menurut Ade, seluruh sampel hasil pemeriksaan jasad Brigadir J telah dikumpulkan dan akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan mikroskopik di laboratorium patalogi anatomik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Kemudian itu akan memakan waktu. Kenapa, karena luka yang kami yakin sudah benar-benar terjadi, tentunya benar-benar berbentuk luka, harus kami pastikan juga apakah luka itu terjadi sebelum kematian atau pun terjadi setelah kematian," katanya

Ade mengatakan, selain adanya tanda-tanda pembusukan, pihaknya turut melihat adanya kondisi dari jenazah pasca autopsi awal. Seperti adanya sayatan untuk membuka kepala, yang biasanya dilakukan mulai dari tonjolan tulang mastoid kanan ke arah kiri.

"Serta adanya sayatan huruf i mulai dari dagu sampai ke tulang kemaluan. Itu memang suatu standar teknik autopsi yang biasa dilakukan. Juga ada tanda-tanda dilakukan embalming atau formalin di sini," ujar Ade.

Semua hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Ade, tentunya membutuhkan waktu menuju hasil kesimpulan autopsi ulang. Termasuk melalui proses pemeriksaan laboratorium demi memastikan kebenaran luka.

Dugaan Jeratan di Leher

Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, mengaku menemukan bukti baru terkait dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan kliennya. Hal itu terungkap dari temuan bukti luka jerar di leher almarhum.

"Kami menemukan ada luka lilitan luka di leher, di lehernya seperti ada luka dijerat dari belakang jadi kami yakin ini (pembunuhan) berencana dan tidak mungkin satu orang karena ada yang menggunaakan pistol dan menggunakan senjata tajam, sekiranya ini satu lawan satu tidak mungkin ada luka itu (jeratan si leher)," yakin Kamarudin saat datang ke Markas Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (20/7).

Kamarudin menunjukkan, bukti-bukti tersebut melalui sejumlah foto. Menurut dia, hal itu yang menjadi alasan kuat mengapa visum ulang harus dilakukan kepada almarhum J dengan membongkar kuburannya.

"Kami mohon kepada Kapolri untuk membentuk tim untuk membongkar kuburan dan membentuk tim melakukan visum ulang kenapa? Karena temuan fakta kami bukan tembak-menembak, tapi seperti jerat kawat dan ada luka robek di kepala, bibir dan bawah mata dan kemudian di jari-jari jadi itu bukan akibat peluru," yakin dia lagi. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel