Kubu Moeldoko Tak Diakui, Demokrat Sulsel Ogah Euforia Berlebihan

Hardani Triyoga, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak mengesahkan kepengurusan Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang pimpinan Moeldoko. Pengurus Demokrat Sulawesi Selatan merespons positif sikap Yasonna yang menolak keabsahan Moeldoko Cs.

Mereka turut senang dan berbahagia atas penolakan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terhadap kepengurusan Demokrat KLB.

Namun, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle, meminta seluruh pengurus dan kader tidak melakukan eforia berlebihan.

“Tentu kita senang dengan keputusan Kemenkumham, ya, tetapi ketua kami (Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe) telah menyampaikan kepada seluruh jajaran di Sulsel agar tidak bereuforia berlebihan mengingat Makassar dan Sulsel masih dilanda duka pasca ledakan bom,” ujarnya kepada VIVA, Rabu, 31 Maret 2021.

Selle juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang masih terus mendukung dan mendoakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mengenai pemecatan terhadap empat kader Demokra Sulsel karena ikut Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, pada 5 Maret 2021 lalu, anggota DPRD Sulsel tersebut memastikan hanya empat saja dan tidak ada penambahan.

Akan tetapi, Selle menyampaikan masih membuka ruang dialog dengan keempatnya. "Ada arahan dari Pak Sekjen, kami diminta untuk berkomunikasi dengan empat kader yang sebelumnya telah dipecat itu, karena jangan sampai mereka ikut KLB kemarin hanya karena dikerjai. Makanya, kami akan melakukan komunikasi dengan mereka," jelasnya.

Empat kader yang sebelumnya mendapatkan sanksi pemecatan itu masing-masing berstatus ketua DPC Partai Demokrat di Sulsel, Andi Insan Tanri (Ketua DPC Demokrat Kabupaten Sidrap), Andi Haeruddin (Ketua Demokrat Kabupaten Barru), Andi Muhammad Ridha (Ketua DPC Kabupaten Pangkep) dan H Ikrar Ikhsan (Ketua DPC Demokrat Kabupaten Takalar).

Sebelumnya, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pesan ke kadernya agar tak euforia berlebihan setelah pemerintah menolak permohonan yang diajukan kubu Moeldoko. AHY bilang agar para kader Demokrat selalu mawas.

"Jangan euforia yang berlebih-lebihan. Ingat karakter Demokrat sebagai partai yang cerdas dan santun. Harus tetap rendah hati, harus tetap mawas diri," kata AHY dalam pernyataan pers, Rabu, 31 Maret 2021.