Kubu Nasionalis Israel akan Pawai di Yerusalem, Picu Ketegangan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintahan baru Israel telah mengizinkan aksi pawai turun ke jalan yang kontroversial oleh kelompok sayap kanan Israel dan pro-pendudukan di sekitar kota tua Yerusalem Timur yang diduduki.

Kelompok sayap kanan Israel akan berpartisipasi dalam pengibaran bendera yang berisiko memicu ketegangan dengan warga Palestina di kota yang diperebutkan itu. Pawai diperkirakan akan melalui kota tua Gerbang Damaskus dan kawasan Muslim pada Selasa 15 Juni 2021.

Rencana pawai itu dikhawatirkan mengobarkan kembali kekerasan antara Israel dan militan Gaza. Penguasa Islamis Gaza, Hamas, telah memperingatkan tentang permusuhan baru jika pawai itu terus berlanjut.

"Ini adalah provokasi terhadap rakyat kami, dan agresi terhadap Yerusalem dan tempat-tempat suci kami," kata Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh tentang pawai tersebut, seperti dilansir dari Aljazeera.

Pawai semula dialihkan untuk menghindari Kawasan Muslim Kota Tua pada 10 Mei ketika ketegangan di Yerusalem menyebabkan penguasa Islamis Gaza, Hamas, menembakkan roket ke kota suci itu-aksi yang ikut memicu pertempuran mematikan selama 11 hari.

Kelompok sayap kanan Israel menuduh pemerintah mereka menyerah pada Hamas dengan mengubah rutenya. Mereka menjadwal ulang prosesi setelah gencatan senjata Gaza berlangsung.

Pawai Selasa, akan dimulai pukul 18.30 waktu setempat, menimbulkan tantangan bagi Perdana Menteri baru Israel, Naftali Bennett, yang mulai menjabat pada Minggu. Menteri keamanan dalam negeri kabinet Bennett menyetujui pawai tersebut, Senin.

"Waktunya telah tiba bagi Israel untuk mengancam Hamas dan bukan bagi Hamas untuk mengancam Israel," kata anggota parlemen sayap kanan terkemuka Itamar Ben-Gvir di Twitter.

Rute resmi untuk pawai belum diumumkan. Media Israel melaporkan bahwa polisi akan mengizinkan peserta untuk berkumpul di luar Gerbang Damaskus Kota Tua, tetapi tidak akan membiarkan mereka melewatinya ke Wilayah Muslim, yang memiliki populasi banyak warga Palestina.

Hamas telah memperingatkan potensi ketegangan baru jika pawai tetap dilaksanakan. Sedangkan media Israel melaporkan aparat militer Israel telah dipersiapkan untuk mengatasi kemungkinan eskalasi.

Warga Palestina juga direncanakan akan menggelar aksi protes berlangsung pada pukul 18.00 waktu setempat di seluruh Jalur Gaza. Faksi Fatah Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah meminta warga Palestina agar berduyun-duyun ke Kota Tua untuk melawan pawai kelompok sayap kanan Israel.

Kedutaan Besar AS di Yerusalem melarang karyawan dan keluarga mereka memasuki Kota Tua pada Selasa.

Orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, menjadi ibu kota negara yang ingin mereka dirikan di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki.

Sedangkan Israel, yang mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah tindakan yang belum mendapat pengakuan internasional setelah merebut daerah itu dalam perang tahun 1967, menganggap seluruh kota itu sebagai ibu kotanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel