Kuburan Gadis Berusia 10 Tahun Ini Dilengkapi dengan Tangga, Alasannya Bikin Haru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika sekilas dilihat, mungkin seolah tak ada hal spesial dari kompleks pemakaman di Kota Natchez, Mississippi ini. Namun, apabila berkeliling dengan seksama, maka Anda akan dapat menemukan sebuah makam yang nampak berbeda dari makam lainnya.

Makam ini merupakan makam yang seringkali menjadi sorotan oleh orang-orang yang datang ke komplek pemakaman ini. Pasalnya, pada bagian samping makam tersebut terdapat sebuah tangga yang menuju ke bawah liang lahat.

Makam tersebut adalah milik seorang gadis berusia 10 tahun yang bernama Florence Irene Ford. Gadis ini meninggal ketika ada wabah demam kuning atau yellow fever merebak di Mississippi pada tahun 1871.

Berikut merupakan kisah tentang makam Florence Irene Ford yang telah dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Minggu (6/6/2021).

Makam dengan tangga

Kuburan Gadis Berusia 10 Tahun Ini Dilengkapi Dengan Tangga, Alasannya Bikin Haru. (Sumber: Boredpanda)
Kuburan Gadis Berusia 10 Tahun Ini Dilengkapi Dengan Tangga, Alasannya Bikin Haru. (Sumber: Boredpanda)

Berbeda dengan makam lain yang terdapat di kompleks pemakaman tersebut, makam milik Florence Irene Ford terlihat cukup unik.

Pada samping makam tersebut, terdapat pintu yang apabila dibuka akan nampak tangga untuk menuju ke arah bawah. Tangga tersebut mengarah ke jendela kecil yang dipasang di bagian kepala peti mati gadis itu.

Kemudian pada bagian batu nisan bertuliskan, "As bright and affectionate a Daughter as ever God with His Image blest."

Alasan pembuatan tangga

Kuburan Gadis Berusia 10 Tahun Ini Dilengkapi Dengan Tangga, Alasannya Bikin Haru. (Sumber: Boredpanda)
Kuburan Gadis Berusia 10 Tahun Ini Dilengkapi Dengan Tangga, Alasannya Bikin Haru. (Sumber: Boredpanda)

Tangga yang terdapat pada sisi makam tersebut tentunya memiliki alasan untuk dibuat. Dilansir dari Boredpanda, ternyata tangga tersebut dibuat oleh ibunda dari Florence yakni Ellen Ford.

Semasa hidupnya, Florence selalu merasa ketakutan apabila ada badai dan petir. Ia pun selalu lari mencari ibunya agar mendapatkan rasa aman. Kemudian, supaya Florence tenang, sang ibu pun memeluk dan menyanyikan lagu untuknya.

Setelah putri semata wayangnya meninggal dunia, Ellen pun tetap ingin melakukan hal tersebut dengan membuat tangga disamping makam Florence. Sehingga apabila ada badai, maka Ellen bisa memberikan rasa aman kepada mendiang putrinya.

Makam yang sudah ada selama satu abad lebih tersebut tak mengalami banyak perubahan selain pemasangan pagar untuk menghindari aksi vandalisme, bahkan hingga kini pintu metal tersebut masih bisa dibuka apabila ada pengunjung yang datang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel