Kuburan Massal 123 Korban Kekejaman Isis Ditemukan di Irak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah kuburan massal berisi 123 orang yang disiksa dan dibunuh oleh ISIS telah ditemukan di Irak, Minggu 13 Juni 2021, dua tahun setelah kelompok teror itu dikalahkan. Pembantaian para narapidana di penjara Badush itu terjadi pada tahun 2014, ketika ISIS mengambil kendali selama pendudukan mereka di Mosul.

Dilansir dari Mirror, Selasa 15 Juni 2021, para jihadis membebaskan tahanan Muslim Sunni dan memaksa 583 tahanan, yang sebagian besar Syiah, masuk ke truk. Lalu membawa mereka ke jurang dan menembak mati mereka.

Kuburan massal itu ditemukan setelah pasukan Irak menguasai daerah itu pada Maret 2017. Pemakaman massal itu adalah salah satu dari lebih dari 200 pemakaman yang ditinggalkan oleh ISIS, menurut PBB.

Mayat-mayat sekarang telah dikeluarkan dari kuburan dalam upaya untuk mengidentifikasi mereka.

Saleh Ahmed, seorang anggota komisi pemerintah yang ditugaskan untuk mengidentifikasi mayat-mayat itu, mengatakan sulit untuk mencari tahu siapa orang-orang itu.

"Panasnya luar biasa. Beberapa jenazah terjerat, dan ada ular dan kalajengking di mana-mana," katanya.

PBB percaya lebih dari 12.000 orang dimakamkan di kuburan massal akibat dari kekejaman ISIS.

Gubernur Provinsi Niniwe, Najm al-Jubburi, tempat penjara itu berada, mengatakan, ribuan keluarga sedang menunggu untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kerabat mereka.

Abbas Mohammed, yang putranya dipenjara di Badush usai ditangkap oleh pasukan AS pada 2005, masih menunggu kabar tentang putranya.

"Setelah 17 tahun tidak mengetahui apakah anak saya masih hidup atau mati, saya butuh jawaban," ucapnya.

Pada tahun 2017, tentara Irak menggali kuburan massal lain di dekat penjara yang berisi mayat 500 orang yang dieksekusi oleh ISIS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel