Kucing Sering Mengeong, Ternyata Ini Alasannya

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVAKucing identik dengan suara mengeong, yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. John Bradshaw dan Charlotte Cameron-Beaumont dalam buku The Domestic Cat: The Biology of Its Behavior menyebut, 10.000 tahun yang lalu kucing adalah binatang penyendiri.

Dikutip dari laman Live Science, Jumat, 27 November 2020, leluhur kucing ini jarang bertemu dengan anggota lain dari spesies yang sam. Mereka juga tidak pernah menggunakan suaranya untuk berkomunikasi.

Sebaliknya, cara mereka berkomunikasi adalah dengan indra penciumannya, atau menggosok badannya pada objek seperti pohon untuk buang air kecil. Dengan begitu mereka tidak bertatap muka dengan kucing lain jika ingin mengirim pesan.

Namun saat ini banyak kucing yang tinggal dengan manusia. Indra penciuman manusia tidak sebaik mereka, membuat hewan berkaki empat itu perlu mengeong untuk mendapat apa yang mereka inginkan.

Bahkan kucing telah membuat banyak variasi suara, misalnya berteriak saat menyapa tuan rumahnya, mencicit untuk izin pergi ke luar, atau mengeong keras untuk meminta makanan.

Tapi bagaimana dengan kucing liar? Studi yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Processes menyebut, mereka lebih banyak mengeluarkan komunikasi vokal dalam format menggeram atau mendesis.

Kucing liar tidak pandang bulu saat mengeong, kepada manusia, boneka bahkan anjing. Sedangkan, kucing rumahan hanya mengeong kepada manusia sebagai bahasa khusus untuk pemiliknya.