Kudeta Militer Myanmar Tetapkan Situasi Darurat, Medsos Diblokir

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Militer Myanmar mengumumkan pembentukan Dewan Administrasi Negara yang dipimpin oleh Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah militer menahan penasihat negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Militer Myanmar yang juga dikenal dengan Tatmadaw, telah memerintahkan perusahaan telekomunikasi lokal untuk memblokir media sosial Facebook, Instagram dan Whatsapp, dengan alasan masalah keamanan di tengah keadaan darurat negara.

Kementerian Komunikasi dan Informasi menyatakan bahwa Facebook akan diblokir hingga 7 Februari 2021. Karena diduga dipergunakan oleh masyarakat untuk menyebarkan berita palsu dan informasi yang salah, dan menyebabkan kesalahpahaman di antara orang-orang.

Baca juga: Siap-siap, Surat Tanah Asli akan Ditarik Diganti Sertifikat Elektronik

Tatmadaw mengumumkan keadaan darurat satu tahun, setelah menahan Suu Kyi serta politisi terkemuka lainnya dalam sebuah penangkapan awal pekan ini. Penahanan dilakukan berminggu-minggu setelah meningkatnya ketegangan, atas tuduhan kecurangan pemilu yang digelar November 2020 lalu.

Pemblokiran media sosial ini pun dikonfirmasi oleh Facebook, yang menyatakan akses ke jejaring sosial saat ini terganggu untuk beberapa orang.

"Kami mendesak pihak berwenang untuk memulihkan konektivitas sehingga orang-orang di Myanmar dapat berkomunikasi dengan keluarga dan teman mereka, serta mengakses informasi penting," ujar salah satu juru bicara Facebook, dilansir Al Jazeera, Kamis 4 Februari 2021.

Pemblokiran juga terjadi setelah polisi Myanmar mengajukan tuntutan terhadap Suu Kyi, karena dituduh mengimpor peralatan komunikasi secara ilegal. Sementara juru bicara partai NLD, Kyi Toe, sebelumnya menulis di Facebook bahwa beberapa kelompok aktivis dan petugas kesehatan meluncurkan kampanye di raksasa jejaring sosial itu, untuk menentang pengamblialihan negara oleh militer.