Kudus Zona Merah COVID-19, Ganjar Minta Kota Semarang Backup

·Bacaan 1 menit

VIVA – Lonjakan tajam kasus COVID-19 membuat Kabupaten Kudus yang awalnya masuk zona oranye, kini berubah menjadi zona merah. Hampir seluruh rumah sakit di Kudus penuh dan sebagian harus menambah tempat tidur.

Daerah yang berdekatan dengan Kudus diminta untuk ikut membantu penanganan, termasuk Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, ia terus memantau penanganan kasus COVID-19 di Kudus dan sudah berkoordinasi langsung dengan Bupati Kudus.

"Saya minta report-nya harian. Ini sedang kami pantau terus," kata Ganjar di rumah dinasnya, Jumat, 28 Mei 2021.

Dari pantauannya, penambahan tempat tidur di rumah sakit maupun isolasi telah dilakukan di Kudus. Tempat isolasi terpusat juga sudah ditambah.

"Nanti di-backup dari Kota Semarang. Pak Hendi Wali Kota Semarang sudah siap sehingga nanti kalau layanan publik di Kudus terkait penanganan COVID-19 tidak tertampung maka akan kita tarik ke sini," katanya.

Peralatan untuk penanganan peningkatan kasus itu, lanjut Ganjar, juga sudah disiapkan. Termasuk penambahan SDM di bidang kesehatan. Pihaknya melakukan komunikasi intens dengan menteri dalam negeri dan menteri kesehatan terkait hal ini.

Ia menambahkan, ada delapan daerah yang terus dipantau selain Kudus. Di antaranya Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Banyumas, Cilacap, Klaten dan Jepara.

"Untuk Cilacap ada varian baru. Permintaan dari Banyumas agar Pemprov terlibat karena keduanya bergandengan. Harapannya ada kesepakatan antara keduanya, bagaimana pergerakan orang di sana diatur. Itu penting," ujarnya.