Kue Sapik, Suguhan Wajib Saat Lebaran di Ranah Minang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Padang - Ketika lebaran tiba, di Ranah Minang hal yang wajib ada di meja tamu yakni beragam kue. Salah satunya adalah kue sapik.

Sapik dalam bahasa Indonesia berarti api atau jepit. Ya, kue ini diberi nama kue sapik karena cara memasaknya yang diapit dengan sebuat alat.

Kue ini merupakan jenis kue kering. Setelah adonan dijepit dan dipanaskan, kemudian biasanya dibentuk seperti kipas atau bentuk roll, bulat seperti bentuk risoles.

Tekstur kue sapik kering dan renyah, mirip seperti crepes.Ketika masuk ke mulut dan digigit, kue ini seketika langsung hancur dimulut.

Selain membuat kue sapik sendiri di rumah, Anda juga bisa membelinya di pasar yang sangat banyak dijual di berbagai daerah.

Untuk menghasilkan kue sapik yang renyah, nikmat, lezat, perlu kecermatan, tidak usah buru-buru dalam prosesnya.

Dilansir dari https://www.saribundo.biz/ berikut resep membuat kue sapik yang legendaris di Ranah Minang.

Cara Membuat Kue Sapik

Bahan-bahan yang harus disiapkan:

Telur tiga butir, gula pasir 150 gram, santan 450 mili liter, margarin, tepung beras 250 gram, garam secukupnya, dan kayu manis secukupnya.

Cara membuat Kue Sapik:

1. Kocok telur hingga tercampur rata

2.Campur gula pasir berbarengan, tepung beras, dan garam

3. Masukan telur yang telah dikocok, diaduk-aduk sampai rata

4. Masukkan santan sedikit-sedikit sembari diaduk-aduk dengan memakai pengaduk kawat hingga adonan-nya licin tambahkan kayu manis, diaduk-aduk

5. Panaskan cetakan kue semprong jenis jepitan yang sudah dilumuri dengan margarin

6.Tuang adonan kedalamnya sejumlah 3 sendok makan

7. Panggang sampai masak sembari sekali-kali dibalikan, lalu lipat pada saat panas. sisihkan sampai dingin dan keras serta garing.

Saksikan juga video pilihan berikut ini: