Kuli Panggul Pelabuhan dan Rezeki yang Kembali Datang

Merdeka.com - Merdeka.com - Mudik Lebaran kembali membawa rejeki bagi kuli panggul di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Setelah dua tahun terakhir tidak ada aktivitas mudik saat Lebaran, kini pelabuhan Merak dipadati penumpang pejalan kaki.

Kondisi tersebut membawa rejeki para kuli panggul yang mengangkut barang penumpang dari area parkir Pelabuhan hingga kapal.

Tidak ada patokan harga untuk tarif sekali angkut barang. Berat barang dan jauh jarak angkut menjadi modal untuk tawar menawar harga kepada penumpang.

kuli panggul di pelabuhan merak
kuli panggul di pelabuhan merak

©2022 Merdeka.com

Biasa para kuli panggul ini mengangkat jarak dari area parkir Pelabuhan hingga dermaga 1,2 dan 3 yang berjarak kurang lebih 300 meter. Mereka dibayar kisaran Rp20.000-40.000 untuk sekali angkut.

"Tawar menawar pas, kita angkut. Sama sama ikhlas biar dimakannya juga enak,"ujar Rifki salah satu kuli panggul di Pelabuhan Merak.

Hal serupa diungkapkan Toni salah satu kuli panggul yang ditemui di parkiran pelabuhan Merak. Musim mudik ini membawa rejeki bagi dirinya, yang sebelum ini selama dua tahun berkerja serabutan akibat pandemi Covid19.

"Dua tahun apa aja di kerjain, nyangkul, ada yang nyuruh ngaduk hayuk, nembol hayuk, apa aja,"ujar Toni.

kuli panggul di pelabuhan merak
kuli panggul di pelabuhan merak

©2022 Merdeka.com

Toni mengungkapkan di musim mudik ini tepatnya di H-4 dan H-3 pendapatannya lumayan bertambah, karena meningkatnya pemudik pejalan kaki yang akan menyebrang.

"Ya lumayan rezeki, ada lah lumayan,"ujarnya.

Untuk diketahui di pelabuhan merak ada 66 pekerja kuli panggul yang ada di Pelabuhan Merak, Dari 66 pekerja dibagi dua sip. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel