Kulit Durian Ternyata Bisa Menjadi Perban Antibakteri

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ilmuwan Singapura menemukan perban antibakteri yang bebas bau dan ramah lingkungan dari kulit durian untuk membantu menyembuhkan luka lebih cepat. Kulit durian banyak mengandung senyawa kimia organik seperti saponin, tanin, alkaloid, fenolat, dan flavonoid.

Dilansir dari ASEAN Economist, Rabu (22/9/2021), Singapura mengonsumsi hampir 12 juta durian setiap tahun. Kulit dan bijinya tidak dapat dimakan, sebagian besar terbuang sia-sia dan menambah polusi.

Hal tersebut yang mendorong para ilmuwan di Nanyang Technological University (NTU) menangani sisa makanan, terutama kulit durian. Mereka mengubah kulit durian menjadi perban antibakteri. Prosesnya melibatkan ekstraksi bubuk selulosa dari kulit setelah diiris dan dibekukan.

Campuran berubah menjadi hidrogel lembut dengan gliserol dan kemudian dipotong menjadi strip perban. Senyawa ragi roti berlaku seperti strip, yang memiliki sifat antibakteri.

"Di Singapura, kami mengonsumsi sekitar 12 juta durian per tahun, jadi selain dagingnya, kami tidak bisa berbuat banyak tentang kulit dan bijinya, dan ini menyebabkan pencemaran lingkungan," kata Profesor William Chen.

Ia melanjutkan, terobosan ini juga dapat mengubah sisa makanan lainnya, termasuk biji-bijian dan ampas kedelai, menjadi hidrogel untuk menghasilkan perban antibakteri. Perban organo-hidrogel ini mempercepat penyembuhan dengan menjaga area luka lebih dingin dan lembap.

Upaya ini dapat mengurangi masalah limbah makanan di Negeri Singa. Hidrogel bukanlah polimer larut yang menyediakan area lembap untuk migrasi sel dan menyerap kelembapan. Ini mengembang dalam air dan tersedia dalam perban yang diresapi hidrogel lembaran atau gel amorf.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proses

Ilustrasi buah durian. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)
Ilustrasi buah durian. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)

Ia menggunakan hidrogel kedelai organik dalam elektronik yang fleksibel, dapat dipakai, dan dapat diregangkan seperti jam tangan pintar dan gelang kebugaran. Bersama dengan ilmuwan makanan, mereka menggunakan selulosa yang diekstraksi dari okara untuk membuka prototipe hidrogel untuk menghantarkan sinyal listrik.

Menurut peneliti, bahan limbah dan ragi membuat produksi perban antibakteri lebih ekonomis. Di sisi lain, pembuatan dressing konvensional lebih mahal karena sifat antimikroba mengandung ion perak atau tembaga.

Perban antibakteri tidak beracun dan merehidrasi dasar luka. Ini memungkinkan enzim tubuh, termasuk cairan alami, untuk melunakkan jaringan berbahaya dan menghilangkannya. Mereka mengandung polimer hidrofilik kompleks dengan kadar air 90 persen.

Ini merehidrasi bekas luka gelap dan membantu dalam pemecahan jaringan yang rusak. Fenolik ragi alami yang terkandung dalam perban antibakteri hidrogel membantu menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif S. aureus dan Gram-negatif E. coli.

Target Produksi

Ilustrasi durian. (dok. pixabay.com)
Ilustrasi durian. (dok. pixabay.com)

Senyawa juga mencegah pembentukan biofilm berturut-turut. Ini adalah lembaran lendir yang dapat menyebabkan resistensi antimikroba dalam koloni bakteri. Ilmuwan Singapura menguji balutan antibakteri pada kulit binatang sebagai pembalut luka. Hasilnya terbukti memiliki efek antimikroba yang lebih baik hingga dua hari.

Fenolik ragi alami yang ditambahkan membuatnya mematikan bagi bakteri. Tiga kilogram durian dapat menghasilkan 200 gram bubuk kulit dengan 40 gram terdiri dari selulosa murni. Angka itu cukup untuk menghasilkan 66 lembar perban atau hidrogel antibakteri berukuran 7x7 sentimeter. Itu bisa membuat 1.600 plester dengan ukuran masing-masing 1x2 cm persegi.

Chen dan timnya sudah membicarakan tentang kelayakan untuk meningkatkan skala produksi perban antibakteri dengan mitra industri. Ditargetkan produk akan memenuhi rak-rak toko dalam dua tahun jika semuanya berjalan lancar.

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel