Kumpulan Hoaks Bencana NTT

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Bencana banjir di NTT memakan korban jiwa hingga harta, kondisi ini membawa duka bagi yang merasakannya. Namun di tengah suasana kesedihan tersebut, ada oknum yang menyebar hoaks untuk tujuan tertentu.

Berdasarkan hasil penelusuran, Cek Fakta Liputan6.com pun telah mendapati sejumlah hoaks seputar bencana banjir NTT.

Berikut kumpulan hoaks seputar bencana di NTT:

1. Terjadi Tsunami di Kupang NTT pada Awal April 2021

Kabar tentang tsunami terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan channel YouTube thorare Chanel pada 4 April 2021.

Channel YouTube thorare Chanel mengunggah video berdurasi 1 menit 18 detik yang menggambarkan beberapa lokasi terendam banjir. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan banjir dan tsunami di Kupang, NTT.

"banjir dan tsunami di Kupang NTT," tulis channel YouTube thorare Chanel.

Konten yang disebarkan channel YouTube thorare Chanel telah 366 kali ditonton dan mendapat 3 komentar warganet.

Benarkan tsunami terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang tsunami terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur ternyata tidak benar. Faktanya, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menuturkan bahwa fenomena itu bukan tsunami melainkan gelombang tinggi.

2. Tak ada Stasiun Tv Indonesia yang Memberitakan Banjir NTT

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tidak ada stasiun Tv Indonesia yang memberitakan banjir NTT. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Mala Ratu Rihi, pada 5 April 2021.

Unggahan klaim tidak ada stasiun Tv Indonesia yang memberitakan banjir NTT berupa tautan artikel berjudul "Banyak Media Dunia Soroti Banjir Bandang Flores" yang dimuat situs babe.news.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:"Miris. Banyak media dunia beritakan bencana longsor di Kabupaten Flores Timur NTT tapi media tv di Indonesia sibuk menyampaikan berita pernikahan artis. Media tv kurang sense of crisis."

Benarkah klaim tidak ada stasiun Tv Indonesia yang memberitakan banjir NTT? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tidak ada stasiun Tv Indonesia yang memberitakan banjir NTT tidak benar.

Sejumlah stasiun Tv terbukti menyiarkan berita tentang banjir di NTT.

3. Sapi Hanyut Dalam Video Ini Terbawa Arus Banjir NTT

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT, video sapi hanyut diunggah akun Faceboo Chunez Magandta, pada 4 April 2021. Video yang diunggah menampilkan sejumlah sapi yang terbawa arus sehingga hanya terlihat pada bagian kepalannya saja.

Klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"20 orang warga korban banjir bandang di Desa Nelelamadiken, Ile Boleng, Flores Timur dievakuasi. Proses evakuasi korban bencana ini dibantu warga dari beberapa desa di Ile Boleng.

Saat ini sudah ada 20 orang meninggal dunia yang dievakuasi. Korban diduga masih terus bertambah sebab rata-rata rumah warga tertimbun lumpur. Para korban masih membutuhkan bantuan berupa tim medis, dokter, obat-obatan dan tenda.

#BanjirBandang #FloresTimur #Ntt #Evakuasi #KorbanBanjir #prayforntt"

Benarkah klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT tidak benar.

Fakta sebenaranya, sejumlah sapi tersebut terseret luapan arus Sungai El Conchal yang terletak di kotamadya Zacualpan, negara bagian Nayarit. Video tersebut juga telah beredar pada Juli 2020 sebelum peristiwa banjir bandang NTT, pada Minggu 4 April 2021.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut