Kumpulan Hoaks Penyebaran Racun di Udara, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks penyebar racun di udara atau chemtrail tersebar di tengah pandemi Covid-19, kabar tersebut disajikan dengan menduga menjadi penyebab penyebaran penyakit.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar penyebar racun di udara, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar penyebar racun di udara:

1. Video Ini Penyemprotan Racun Udara

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyemprotan racun udara atau Chemtrail, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Desember 2021.

Klaim video penyemprotan racun udara yang diunggah menyangkan sejumlah kendaraan ukuran besar yang sedang terparkir dan menyemprotkan asap dari bagian badan kendaraan ke arah tanah lapang.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Penguasa Menyemprotkan Gas Beracun (Chemtrail) untuk Membunuh Warga.

Terlalu Gila, sampai orang akan menyebutnya Tidak Mungkin.

#FactIsCrazy"

Benarkah klaim video penyemprotan racun udara? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

2. Cuplikan Film The Simpsons Ini Mengungkap Penyebaran Chemtrails

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penyebaran racun udara atau chemtrails telah diungkap dalam film The Simpsons. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 17 Desember 2021.

Klaim penyebaran racun udara atau chemtrails diungkap dalam film The Simpsons berupa video yang menampilkan tokoh dalam film tersebut Marge Simpson sedang melihat pesawat terbang mengeluarkan asap. Pada cuplikan tersebut terdapat tulisan:

"THE SIMPSONS RELEVATION METHOD ON CHEMTRAILS".

Video kemudian dilanjutkan dengan tayangan keluarga Simpsons menyaksikan pesawat terbang yang mengeluarkan asap, dalam tauang tersebut terdapat tulisan

"mereka menaruhnya di film kartun mu jangan anggap gurauan".

Pada detik ke 13 video tersebut menampilkan sejumlah orang yang sedang mengoperasikan komputer berada dalam ruangan bertuliskan "CIA WATHER CONTROL".

Kemudian tanyang berikutnya menampilkan seorang yang sedang mengoperatori perangkat elektronik yang terdapat tulisan "CHEMTRAILS", tayangan dilanjutkan dengan sebuhan pesawat terbang mengeluarkan asap dan membuat langit hitam kemudian terihat angin bertiup merusak bangunan dan langit merah.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Film, game, koran, majalah, berita, buku, televisi, radio, internet itu semua kita sebut media. Artinya suatu pesan selalu disampaikan melalui media.Seperti telah kita maklumi bersama bahwa "invisible hands" yaitu para "penguasa dunia dibalik layar" (elit global) mereka juga telah menguasai media.

Media inilah sebenarnya tempat-tempat mereka menyampaikan pesan tersebut, baik pesan tersirat maupun tersurat, baik pesan yang samar-samar maupun terang-terangan.

Nah secara ilmiah cara ini disebut dengan METODE WAHYU (revelation method), sebagian ada juga yang menyebutnya Subliminal Message (pesan subliminal) atau sebut saja pesan tersembunyi yang mempengaruhi gelombang otak manusia dengan maksud mempengaruhi alam bawah sadar manusia, yaitu pesan rahasia dengan dengan racikan simbol maupun kode tertentu.

Kode ini sebenarnya hanya bisa diungkap oleh "orang dalam". Tetapi karena sudah banyak orang-orang yang mempelajari mereka, sehingga orang luar pun sekarang bisa membaca untuk memecahkan kode-kode tersebut.

Sebagian ada pula yang menyebutnya Predictive Programming atau prediksi yang terprogram. Ketika gedung WTC 911 runtuh banyak orang terkejut karena ternyata pada era-era sebelumnya gambaran tentang kehancurannya sudah tersebar diberbagai media baik secara terang-terangan maupun samar-samar.

Jadi apakah anda masih akan mengatakan, "Ah, itu cuma kebetulan?"".

Benarkah klaim penyebaran racun udara atau chemtrails telah diungkap dalam film The Simpsons? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

3. Penampakan Penyebaran Zat Kimia Penyebab Penyakit di Langit

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penampakan penyebaran zat kimia penyebab penyakit dari pesawat di langit atau Chemtrails. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Aldous, pada 8 Juli 2021.

Klaim penampakan penyebaran zat kimia penyebab penyakit dari pesawat di langit menampilkan foto garis putih seperti awan. Kemudian foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Zat berbahaya yg bernama Chemtrails(chemical trails) yg sudah di sebarkan di berbagai kota,sudah banyak kota yg diberikan zat kimia ini terutama Bekasi,Riau,Jogja dan berbagai tempat lainnya yg terlihat seolah olah air hujan turun padahal itu zat kimia yg membuat seseorang apabila menghirup atau terkena bisa menyebabkan BATUK,PILEK,RADANG dan lainnya,maka dari itu yg sakit ke gitu pasti di bilang COVIDIOT padahal itu oknum para petinggi bodoh yg telah melakukannya,SANGAT JAHAT MEMBUNUH PELAN PELAN

#covidhoaxterbesardalamsejarah

#covidindonesia

#covid19"

Benarkah penampakan penyebaran zat kimia penyebab penyakit di langit? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel