Kumpulan Hoaks Seputar Bencana, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar bencana kerap muncul dan menimbulkan kekhawatiran, namun terkadang kabar tersebut hanyalah hoaks. Sebab itu kita perlu memastikan kebenaran informasi yang didapat sebelum mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar bencana, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Simak informasi seputar bencana yang tersebar belakangan ini:

1. Video Ini Jalur Wisata Gunung Bromo Amblas

Sebuah video yang diklaim jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur amblas beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 18 November 2021.

Video berdurasi 29 detik itu memperlihatkan sebuah jalanan yang amblas. Sejumlah warga terlihat mendekati lokasi.

Beberapa pengendara sepeda motor memutar balik dan enggan melewati jalan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan amblasnya jalan menuju wisata Gunung Bromo.

"Jalur Wisata Gunung Bromo amblas," tulis salah satu akun Facebook.

Benarkah video tersebut merupakan peristiwa amblasnya jalur menuju Gunung Bromo? Berikut hasil penelusurannya.

2. Burung Penyembur Api Penyebab Kebakaran Hutan Australia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penampakan burung penyembur api penyebab kebakaran hutan Australia, klaim tersebut diunggah salah satu aku Facebook, pada 12 November 2021.

Video yang diunggah menampilkan sorang yang sedang berbicara, kemudian pada bagian bawahnya terdapat buru yang berlari mengeluarkan sinar laser yang menimbulkan api dan asap.

Pada unggahan tersebut terdaoat tangkapan layar yang berisi foto burung dan tulisan"“Burung ini bisa mengeluarkan api dari mulutnya,sepeti yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 thn yang lalu. Sekarang scientists di Sydney, Australia menemui penemuan bahaya burung ini. Kemungkinan burung ini yang menyebabkan kebakaran di Australia. Semakin jelas kebenaran IslamFabiayyi aalaa irobbikumaa tukadzibaan”.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Bismillahirrahmanirrahim..Burung ini hidup di benua AustraliaDan bisa menyemburkan apiSubhanallah.."

Benarkah klaim video burung penyembur api penyebab kebakaran hutan Australia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

3. Foto Petugas Menyiram Tanaman Saat Banjir di Jakarta

Sebuah foto yang diklaim seorang petugas tengah menyiram tanaman saat banjir di Jakarta beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 10 November 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar cuitan dari warganet. Warganet tersebut menampilkan foto seorang petugas yang tengah menyiramkan tanaman dari atas truk tangki saat hujan.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan informasi bahwa petugas tersebut menyiram tanaman saat Jakarta dilanda banjir.

"Lg hujan deras sampai banjir gini menyiram tanaman, ini ilmu apa pak? @aniesbaswedan"

"Sableng bersama gabener Jakarta..." tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah empat kali direspons warganet.

Lalu, benarkah informasi tersebut? Simak hasil penelusurannya pada halaman berikut ini.

4. Foto Ponpes Alquran Kebakaran, 26 Santri dan Guru Meninggal Dunia

Sebuah foto yang diklaim pondok pesantren (ponpes) Alquran terbakar hingga menyebabkan 26 santri dan guru meninggal dunia beredar di media sosial.

Foto tersebut disebarkan situs info-sekilas.net dengan judul artikel "Innalillahi Wa Inna Ilaikhi Raji'un Mohon Bantuan Dan Do'anya Pesantren Alquran Terba4kar, 26 Santri Dan Dua Guru T3w4s Terp4ngg4ng" yang dimuat pada 29 Oktober 2021.

Dalam foto tersebut, terlihat bangunan gedung 3 lantai mengalami kebakaran. Tampak juga petugas pemadam tengah menyemprotkan air di titik api. Selain itu, terlihat juga asap hitam mengepul di lokasi kebekaran.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa ponpes Alquran kebakaran hingga mengakibatkan 26 santri dan guru meninggal dunia.

Benarkah foto tersebut menggambarkan peristiwa ponpes Alquran kebakaran hingga mengakibatkan 26 santri dan guru meninggal dunia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel