Kumpulan Hoaks Seputar Politik Dalam Negeri, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Politik dalam negeri tidak terlapas dari hoaks, informasi palsu tersebut disajikan segelintir oknum untuk memperkeruh suasana.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah informasi seputar politik dalam negeri, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks seputar politik dalam negeri hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Kabar Fadli Zon akan Mundur dari DPR Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Kabar tentang Fadli Zon akan mundur dari DPR jika eks pimpinan FPI Rizieq Shihab dipenjara beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook IGusti Bagus Ngurah Alit pada 27 Juni 2021.

Akun Facebook IGusti Bagus Ngurah Alit mengunggah gambar tangkapan layar artikel berjudul "Fadli Zon: Kalau Habib Rizieq Dipenjara, Saya Mundur dari DPR Saja!" yang dimuat situs kaskus.co.id.

"Rizieq divonis 4 tahun penjara, gimana kalau kita tagih janji orang ini...." tulis akun Facebook IGusti Bagus Ngurah Alit.

Benarkah Fadli Zon akan mundur dari DPR jika Rizieq Shihab dipenjara? Berikut penelusurannya.

Kabar tentang Fadli Zon akan mundur dari DPR jika eks pimpinan FPI Rizieq Shihab dipenjara ternyata tidak benar atau hoaks. Faktanya, tidak ada artikel yang memberitakan kabar tersebut.

2. Foto PDIP Demo Jokowi

Sebuah foto yang diklaim massa PDIP berdemonstrasi menolak bantuan langsung tunai (BLT) beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Tantri Lestari pada 18 Juni 2021.

Dalam foto tersebut, massa aksi terlihat membentangkan spanduk bertuliskan "JANGAN SOGOK RAKYAT TOLAK BLT/BLSM !!!".

Akun Facebook Tantri Lestari kemudian mengaitkan foto tersebut dengan demonstrasi kader PDIP terhadap Presiden Jokowi.

"pdip demo jokowi," tulis akun Facebok Tantri Lestari.

Benarkah dalam foto tersebut PDIP demo Jokowi? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto yang diklaim massa PDIP mendemo Jokowi ternyata tidak benar. Faktanya, foto massa PDIP berdemonstrasi itu saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat presiden, bukan di era pemerintahan Jokowi.

3. PKS Pesan ke Menag Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme

Kabar tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme beredar di media sosial.

Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast pada 24 Juni 2021. Akun Facebook Gatot W. Sast mengunggah gambar tangkapan layar artikel berjudul "Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme" yang dimuat situs viva.co.id pada 23 Desember 2020.

"@@@KOMAIRRA

#EDISI : WAJAH ASLI WAHABI

*** Monggo silahkan dinilai sendiri ... 馃檹馃檹馃檹," tulis akun Facebook Gatot W. Sast.

Konten yang disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast telah 17 kali dibagikan dan mendapat 111 komentar warganet.

Benarkah PKS memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang PKS memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme ternyata tidak benar.

Faktanya, gambar tangkapan layar artikel yang disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast telah dimanipulasi atau diedit.

4. Foto Ini SBY Pesan ke Anies Cairkan Dana Anggaran

Sebuah foto yang diklaim Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan ke Anies Baswedan untuk mencairkan dana anggaran beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Muhammad Rizaldy pada 29 Juni 2021.

Dalam foto tersebut, SBY tampak tengah bersalaman dengan Anies. Terdapat narasi dalam foto tersebut. Beriku isinya:

"Jgn tanggapi kata netizen, teruslah menata kata karena kebohongan butuh kecerdasan,proyek mangkrak itu hal biasa yg penting cairkan "Dana Anggaran."

"Pesan Guru kepada muridnya 馃榾," tulis akun Facebook Muhammad Rizaldy.

Benarkah dalam foto tersebut SBY menyampaikan pesan ke Anies Baswedan untuk mencairkan dana anggaran? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto yang diklaim SBY menyampaikan pesan ke Anies Baswedan untuk mencairkan dana anggaran ternyata tidak benar. Foto tersebut telah dimanipulasi atau diedit dengan menambahkan narasi yang tidak sesuai fakta.

Faktanya, foto tersebut merupakan peristiwa Anies Baswedan menjenguk istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang dirawat di Singapura pada Maret 2019 lalu.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

chatbot cekfakta
chatbot cekfakta
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel