Kumpulan Hoaks Seputar Swab Test, Simak Faktanya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar tes Covid-19 beredar di media sosial dengan beragam isinya, seperti dampak yang ditimbulkan oleh swab test hingga rapid test.

Namun tidak semua informasi seputar tes Covid-19 tersebut benar, dari penelusuruan Cek Fakta Liputan6.com sejumlah informasi seputar tes Covid-19 terbukti hoaks.

Berikut daftar hoaks seputar tes Covid-19 hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Alat Rapid Test Antigen Menunjukkan Hasil Positif saat Diberikan Air Keran

Beredar di media sosial postingan video terkait pengujian alat rapid tes antigen dengan air keran. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Bubu Alkarimiya. Dia mengunggahnya di Facebook pada 21 April 2021.

Dalam unggahannya terdapat video pengujian alat rapid tes antigen yang menunjukkan hasil positif saat diberi air keran. Postingan video itu juga dilengkapi narasi:

"Covid yg bikin confusedSwab uji tes antigen dgn tetes air keran,dan apa yg terjadi ,air pun positif kopit"

Lalu benarkah postingan video alat rapid tes antigen jika diberikan air keran akan memberikan hasil positif? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan video alat rapid test antigen jika diberikan air keran akan memberikan hasil positif adalah tidak benar. Faktanya pepmbuat video melakukan tes tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan dan itu membuat hasilnya rusak.

2. Klaim Swab Test Berbahaya

Pengguna Facebook, Henry Gunawan menyebut swab test untuk mendeteksi virus corona covid-19 di dalam tubuh manusia sangat berbahaya.

Swab test adalah pemeriksaan yang menggunakan sampel dari lendir dalam hidung ataupun tenggorokan.

Henry Gunawan mengunggah klaim tersebut pada 4 Januari 2021. Begini narasinya:

"Awas hati-hati, hidung yang sering di swab ternyata berbahaya!!"

Lalu, benarkah swab test untuk mengetahui covid-19 di tubuh manusia sangat berbahaya? Simak penelusurannya di halaman berikut.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim swab test untuk mengetahui covid-19 di tubuh manusia sangat berbahaya merupakan penjelasan yang tidak tepat.

Faktanya, swab test sangat aman bila dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.

3. Kasus Positif Covid-19 Melonjak Gara-Gara Tes PCR

Pengguna Facebook atas nama Bii mengklaim kalau tes Polymerase Chain Reaction ( PCR ), rapid, hingga swab menjadi penyebab banyaknya kasus virus covid-19 di Indonesia.

Bii mengunggah klaim tes PCR menjadi penyebab utama banyaknya angka positif covid-19 pada 23 Januari 2021. Begini narasi yang dia buat:

"Yang bikin banyak positif bukan acara pernikahannya, tapi testnya.

Coba seandainya kagak usah test2an, rapid, swab, dll.

Mereka akan hidup damai sentosa tanpa ada apa-apa. 馃榿"

Dia juga mengunggah sebuah tangkapan layar berupa artikel dengan judul: "Duh, Usai Gelar Acara Pernikahan, 21 Warga Klungkung Positif Covid-19".

Lalu, benarkah klaim tes PCR, swab, dan rapid menjadi penyebab utama banyaknya kasus positif covid-19 di Indonesia? Simak penelusurannya di halaman berikut.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tes PCR, swab, dan rapid menjadi penyebab utama banyaknya kasus positif covid-19 di Indonesia merupakan informasi hoaks.

Faktanya, tes PCR, swab dan rapid digunakan untuk mendeteksi seseorang terjangkit covid-19 atau tidak. Alat itu juga tidak diisi oleh virus covid-19.

4. Swab Test Bisa Membahayakan Otak

Beredar di media sosial postingan bahaya swab test terhadap otak manusia. Postingan ini sempat muncul beberapa bulan lalu namun hadir lagi dengan narasi yang berbeda.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Sulis Kahfi. Ia mengunggahnya di Facebook pada Rabu (18/11/2020).

Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar percakapan dan tiga foto lain dengan narasi sebagai berikut. "Bkn. Swab itu biting (lidi, red) yang dimasukkan ke dlm hidung. Itu Bisa Resiko Lapisan Otak Pecah& Tjdi Pendarahan bisa mati. Ada kjdian spt itu di Canada."

Selain itu ia menambahkan narasi: "Uji swab itu kayak gini bosku Ternyata itu alat uji buat hewan yang idungnya panjang. Tebar manfaat baik ya,agar kebaikan balik padamu dan bertemu dengan orang orang baik..."

Lalu benarkah swab test bisa membahayakan otak? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut uji swab dapat membahayakan otak adalah hoaks.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut