Kumpulan Hoaks seputar Vaksin Covid-19 Terkini, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks seputar vaksin Covid-19 masih tersebar luas di media sosial. Ada-ada saja klaim yang dibuat untuk membuat masyarakat resah di masa pandemi ini.

Salah satu klaim hoaks yang muncul adalah seputar vaksin Pfizer. Disebutkan Pfizer menambahkan Tromethamine pada vaksin Covid-19 anak sehingga meningkatkan risiko radang jantung.

Berikut tiga hoaks terkait vaksin covid-19 terkini:

1. Hoaks Pfizer Tambahkan Tromethamine pada Vaksin Covid-19 untuk Anak sehingga Tingkatkan Risiko Radang Jantung

Beredar posting-an di media sosial yang mengklaim Pfizer melakukan perubahan komposisi pada Vaksin Covid-19 anak-anak. Sehingga dapat mengakibatkan penerimanya mengalami peningkatan risiko radang jantung.

Salah satu akun mengunggah klaim ini di Facebook, pada 10 November 2021. Posting-an ini juga disertai narasi sebagai berikut:

"Pfizer has added Tromethamine, a blood acid reducer used to treat heart attack victims, to the children’s formulation of the jab (page 14 of the FDA briefing document)"

atau dalam Bahasa Indonesia

"Pfizer telah menambahkan Tromethamine, penurun asam darah yang digunakan untuk mengobati korban serangan jantung, ke dalam formulasi jab untuk anak-anak (halaman 14 dari dokumen pengarahan FDA)"

Simak penelusurannya dalam artikel Liputan6.com di sini....

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selanjutnya

2. Hoaks Pemerintah Suntik Paksa Vaksin Mematikan secara Massal pada 22 Februari 2022

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pemerintah akan lakukan penyuntikan massal vaksin mematikan secara paksa pada 22 Februari 2022. Klaim ini akan diedarkan melalui pesan percakapan WhatsApp.

Berikut penyertaan narasi yang digunakan:

"Bocoran

WASPADA NASIONAL...!!!

Nanti bulan Februari 2022

REZIM (Pemerintahan) akan adakan vaksin massal paksa secara menyeluruh

Dengan vaksin yang lebih ganas'dan mematikan

Rezim Jokowi bukan baik²Penjajah rakyatnya "dewek" sendiri

Sifat Penjajah pasti keji, jahat dan licik

Rezim telah bersiap melihat manusia mati bergelimpangan di mana²

Bagi merupakan suatu hiburan

Hiburan nya orang kafir itu apabila melihat muslim tersiksa/ terbunuh mengenaskan

Target 1 VAKSIN = 1 NYAWA.”

Lalu benarkah informasi pemerintah akan melakukan penyuntikan paksa vaksin mematikan secara massal pada 22 Februari 2022? Simak dalam artikel berikut ini....

Selanjutnya

Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 (Liputan6.com / Abdillah)

3.Hoaks WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa dan 500 Ribu Orang di AS Tewas karena Vaksin

Beredar klaim di media sosial tentang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia karena divaksin.

Klaim ini disebarkan oleh salah satu pengguna Facebook pada 25 Oktober 2021. Terdapat penyertaan foto Reiner Fuellmich dan tambahan narasi dalam unggahan tersebut. Berikut isi narasi yang dituliskan:

"INNALILLAHI....‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN".

Lalu benarkah informasi WHO menyebut bahwa Covid-19 sama seperti flu biasa dan 500 ribu orang di AS tewas karena vaksin?

Simak hasil penelusurannya dalam artikel Liputan6.com di sini ...

(Penulis: Azarine Jovita Halim/Universitas Multimedia)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel