Kumpulan Hoaks terkait Covid-19 Sepekan Ini

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi virus corona covid-19 masih terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hingga kini belum ada vaksin maupun obat untuk menyembuhkan penyakit ini.

Sayangnya di tengah usaha semua negara untuk melawan pandemi covid-19, hoaks juga menjamur. WHO menyebut hoaks dan kabar palsu terkait pandemi ini sebagai infodemi.

Beragam usaha dilakukan untuk meminimalisir penyebaran infodemi. Termasuk menggandeng media massa dan juga platform media sosial.

Tetapi semua usaha tersebut bakal sia-sia jika kita yang tak bisa menahan diri berbagi informasi yang belum pasti terkait covid-19. Lalu apa saja hoaks seputar covid-19 sepekan belakangan?

1. Cek Fakta: Hoaks Sepasang Dokter Italia Pilih Meninggal karena Covid-19, Simak Fakta Sesungguhnya

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Sebuah video viral di YouTube. Di situs tersebut ada sebuah video yang menampilkan sepasang dokter Italia memilih meninggal dunia akibat terpapar virus corona covid-19.

Channel YouTube yang mengunggah video sepasang dokter Italia memilih meninggal dunia akibat terpapar virus corona covid-19 adalah Naresh Kumar Lakhaura, yang memiliki 4,5 ribu subscriber. Begini narasi dalam bahasa Hindi yang dia buat untuk judul video itu:

"Duniya ye Jeet gayi Dil har gya. 馃槶馃槶 Italy do. Couple Corona virus".

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi

"Sepasang dokter dari Italia memutuskan mati bersama karena virus corona".

Video itu sudah berada di YouTube sejak 28 Maret 2020. Sejak saat itu, video tersebut sudah dilihat 559 ribu kali oleh warganet.

Lalu, benarkah ada sepasang dokter Italia memilih meninggal dunia akibat terpapar virus corona covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Vaksin Covid-19 asal China Targetkan Kematian 100 Juta WNI

Ilustrasi Hoaks. (Freepik)
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Beredar melalui media sosial kabar terkait vaksin covid-19 asal China. Kabar ini ramai dibagikan sejak bulan lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah solid lawan covid. Akun itu mengunggahnya pada 9 Oktober 2020 lalu.

Dalam postingannya bertuliskan kalimat sebagai berikut:

"Cina mentargetkan 100 juta penduduk indonesia mati melalui vaksin cina"

Lalu benarkah klaim yang menyebut vaksin covid-19 asal China menargetkan kematian 100 juta penduduk Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Informasi Palsu Cara Mengetahui Pemilik E-KTP Dapat Bantuan Covid-19

Ilustrasi Hoaks. (Freepik)
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi cara mengetahui pemilik KTP elekronik atau e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah.

Informasi cara mengetahui pemilik e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah diunggah akun Facebook AnNde AnNde Lumut, pada 21 Oktober 2020.

Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut:

"Cek apakah e-KTP anda mendapatkan bantuan Covid Rp 600.000/bulan selama 4 bulan s/d Desember 2020 di : https://s.id/ektp-covid19

*Lumayan, bagi yg gak mau bisa DISHODAQOHKAN*"

Benarkah informasi cara mengetahui pemilik e-KTP mendapat bantuan Covid-19 dari pemerintah? Simak dalam artikel berikut ini...

4. Cek Fakta: Benarkah Petinggi WHO Terpapar Covid-19? Simak Kebenarannya

Ilustrasi hoax (iStockPhoto)
Ilustrasi hoax (iStockPhoto)

Warga Facebook membuat unggahan yang mengejutkan. Mereka menyebut Direktur General Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus terpapar virus corona covid-19.

Salah satu akun Facebook yang menyebut petinggi WHO itu terpapar covid-19 adalah Politics Arena. Begini narasi yang dia buat untuk unggahannya:

"BREAKING: WHO DG positif covid-19"

Kabar tersebut juga dipublikasikan oleh media Nigeria, seperti WithinNigeria, Oriental Times, dan Republican Nigeria. Dalam berita itu, Tedros Ghenreyesus disebutkan tertular covid-19 dari mantan Menteri Kesehatan Ethiopia berusia 55 tahun.

Lalu, benarkah petinggi WHO, Tedros Ghebreyesus terpapar virus corona covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

5. Cek Fakta: Tidak Benar BPOM Halangi Penyuntikan Vaksin Corona Covid-19

Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Beredar di media sosial postingan berisi klaim tentang vaksin virus corona covid-19 yang dihalangi oleh BPOM. Klaim ini ramai dibagikan akhir bulan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Wady Afriadi. Dia mengunggahnya pada 29 Oktober 2020.

Berikut isi postingannya,

"Vaksin korona sudah siap diberikan, eh skrg terhalang oleh BPOM"

Lalu benarkah vaksin corona covid-19 tidak bisa diberikan karena dihalangi BPOM? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.