Kumpulan Puisi tentang Perjuangan Pahlawan, Menginspirasi dan Bikin Semangat Membara

·Bacaan 5 menit
Ilustrasi inspirasi, motivasi, semangat (Photo by Jeremy Lapak on Unsplash)
Ilustrasi inspirasi, motivasi, semangat (Photo by Jeremy Lapak on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Kumpulan puisi tentang perjuangan pahlawan penuh dengan kobaran semangat yang membara. Perjuangan para pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan tentu patut diapresiasi.

Apa yang dilakukan para pahlawan dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekan bukan perkara mudah.

Satu di antara bentuk apresiasi dan menghargai jasa pahlawan ialah dengan menyusun atau membaca puisi tentang perjuangan. Melalui puisi tentang perjuangan, kita bisa belajar tentang semangat dan perjuangan demi bangsa dan negara.

Buat yang belum tahu, puisi merupakan satu di antara karya sastra yang berisi ungkapan atau curahan hati penulisnya. Puisi biasanya menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik hingga pengalaman penyairnya yang dikemas dengan gaya bahasa indah.

Tak hanya indah, puisi mengandung makna yang dalam, irama, rima, matra dalam setiap baitnya. Puisi biasanya lekat dengan cinta, baik kepada Sang Pencipta, keluarga, sahabat, hingga alam semesta.

Ada juga tema lain yang bisa dijadikan inspirasi dalam membuat puisi. Satu di antaranya ialah puisi tentang perjuangan pahlawan.

Berikut ini kumpulan puisi tentang perjuangan pahlawan, seperti dikutip dari laman Mypurohith dan Puisikemerdekaan, Senin (9/11/2020).

1. Pupus Raga Hilang Nyawa

Napak tilas para pahlawan bangsa

Berkibar dalam syair sang saka

Berkobar dalam puisi Indonesia

Untuk meraih cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa

Bersatu dalam semangat jiwa

Bergema di jagat nusantara

Untuk meraih prestasi dan karya

Merdeka…

Kata yang penuh dengan makna

Bertahta dalam raga pejuang bangsa

Bermandikan darah dan air mata

Merdeka…

Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta

Menggelora di garis khatulistiwa

Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

Merdeka…

Harta yang tak ternilai harganya

Menjadi pemicu pemimpin bangsa

Untuk tampil di era dunia

2. Untukmu Pahlawan Indonesiaku

Demi negri…

Engkau korbankan waktumu

Demi bangsa…

Rela kau taruhkan nyawamu

Maut menghadang di depan

Kau bilang itu hiburan

Tampak raut wajahmu

Tak segelintir rasa takut

Semangat membara di jiwamu

Taklukkan mereka penghalang negri

Hari-harimu di warnai

Pembunuhan dan pembantaian

Dan dihiasi bunga-bunga api

Mengalir sungai darah di sekitarmu

Bahkan tak jarang mata air darah itu

Yang muncul dari tubuhmu

Namun tak dapat…

Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu

Kaki telanjang yang tak beralas

Pakaian dengan seribu wangian

Basah di badan kering pun di badan

Yang kini mengantarkan Indonesia

Kedalam istana kemerdekaan

3. Pejuang Negeri

Hei pahlawan Indonesia …

Tiada lelah engkau mengabdi …

Mengorbankan seluruh jiwa, raga, dan nyawa untuk negeri ini …

Tak gentar semangat dalam jiwa yang kau miliki …

Hei Pemuda Pemudi negeri ini …

Engkaulah generasi harapan negeri ini …

Bangunlah negeri dan jagalah bumi pertiwi …

Kobarkan semangat dalam jiwa dan kibarkan Sang Merah Putih …

Perjuanganmu tidak seperti dahulu …

Melawan banyaknya penjajah sampai bertumpah darah …

Engkaulah generasi harapan bangsa ini …

Yang harus tetap maju tanpa kenal kata menyerah …

4. Terima Kasih Pahlawan

Karena jasamu kita merdeka

Hidup di ujung barat hingga timur

Tanpa takut dan gugup yang membara

Kau rela mati demi kami

Kau rela miskin demi kami

Kau rela menderita demi kami

Untuk kami kau rela hancur

Berkatmu Indonesia bisa merdeka

Mengepak sayap melesat langit

Berkatmu Indonesia bisa jaya

Menembus zaman hingga canggih

Tak terbayang jika keberanian itu tak tumbuh di hati kalian

Tak terbayang jika kesabaran itu tak menyertai derita kalian

Tak terbayang jika semangat itu tak membakar bara kalian

Kami anak muda, kami bangsa Indonesia

Berterima kasih untuk jasa jasamu para pahlawan

Karena perjuangan yang luar biasa kalian

Indonesia bisa menikmati udara kemerdekaan

5. Bambu Runcing

Di ujung bambu tajam menyikat

Mengoyak musuh hingga ampun

Di bilah tajam sakit mencekat

Siap siaga menelan musuh

Ujung bambu jadi saksi

Hitam rasa menyakit

Mengusir iblis dengan nyawa

Tanpa takut tanpa gentar

Rasa cinta tanah air

Menyatu di darah merah

Mengakar di tulang putih

Menguasai napas

Mereka berjuang hingga raib

Bercerai dengan raga

Untuk bumi garuda

Untuk Indonesia raya

Mereka mati dengan hormat

Memperjuangkan secerut kebebasan

Yang terenggut durjana

Untuk satu kemerdekaan

6. Jejak-Jejak Pejuang

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Semerbak harum dalam deretan syair pujangga

Bercerita indah akan kisah perjuangan

Sang pahlawan dalam membela bangsa

Meregang nyawa di medan peperangan

Raga berlubang tertembus peluru tajam

Meski tersungkur tergeletak di tanah

Kau tetap hidup dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa

Menapak jelas menembus zaman

Kini kau pun mampu menyaksikan dari surga

Bangsamu bersatu padu dalam semangat membela

7. Tanah Tumpah Darahku

Aku tak ingin melihat bangsaku

Kalah tersungungkur oleh waktu

Aktu tak ingin melihat bangsaku

Jatuh tenggelam ke dalam kehancuran

Dengan tekad setinggi langit

Untuk tanah ini aku rela berkorban

Di saat percaya diriku menyusut

Di saat itulah semangatku semakin berkobar

Selama mentari masih menyinari dunia

Aku takkan berhenti sedetik pun

Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan

Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku

Bersatulah wahai penerus bangsa

Bulatkan tekadmu dan tegarlah bagai batu karang

Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu

Karena setiap usaha yang keras takkan mengkhianati

Harapanku akan selalu mengiringi

Untuk tanah negeri ini setiap hari

Aku tidak ingin lagi

Melihat ibu pertiwi tersiksa hati

8. Musium Perjuangan Karya Kuntowijoyo

Susunan batu yang bulat bentuknya

Berdiri kukuh menjaga senapan tua

Peluru menggeletak di atas meja

Menanti putusan pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya

Tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

Terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

Ibu-ibu direnggut cintanya

Dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya

Senapan akan kembali berbunyi

Meneriakkan semboyan

Merdeka atau mati

Ingatlah, sesudah sebuah perang

Selalu pertempuran yang baru

Melawan dirimu

9. Pembela Bangsa

Setiap detik kau berjuang

Membela bangsa dengan tenang

Tak kenal waktu siang dan malam

Membelah bumi dengan sebelah tangan

Oh.. Pahlawanku

Tak bisa kubalas jasa-jasamu

Halangan apa pun yang ada

Tak menjadi tembong penghalang bagimu

Oh.. Pahlawanku

Inginku balas jasamu

Dengan emas dan permata

Terima kasih Pahlawanku

10. Pahlawan Baru

Tegap ku berdiri di bawah sangsaka

Tengadah ku di bawah kibaran bendera

Lamun ku seakan mengelabuhi waktu

Mengenang jasamu di masa lalu

Dia yang selalu memeluk senapan

Sontak berlari dengan kaki telanjang

Keringat dan debu saling membaur

Berdiri menantang di medan tempur

Dia yang rebah terbujur kaku

Mengucur darah oleh tembusan peluru

Dalam bisikan seraya berkata

Merdeka!!!

Dia telah gugur..

Pahlawan ku telah gugur

Semesta berduka oleh karna mu

Berjuta doa menyertai mu

Kini aku di sini..

Di tempat ku berdiri

Ku penuhi harapan mu untuk negeri

Dengan semangat yang menggebu

Bulat sudah tekadku

Menjadi pahlawan baru

Sumber: Mypurohith, Puisikemerdekaan

Dapatkan artikel puisi dari berbagai tema lainnya dengan mengunjungi tautan ini.