WHO Kumpulkan 300 Ilmuwan untuk Analisis Virus yang Bisa Picu Pandemi Berikutnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumpulkan 300 ilmuwan dari seluruh dunia untuk menganalisis 25 keluarga virus dan bakteri serta patogen yang dikenal sebagai ‘Penyakit X’ (Disease X).

Meski terlihat menyeramkan, namun WHO mengungkapkan mereka sedang menyusun daftar terbaru patogen prioritas yang diyakini dapat menyebabkan wabah atau pandemi di masa depan. Pencegahan pun dapat dilakukan melalui penyusunan daftar tersebut.

"Mempertimbangkan bukti keluarga virus dan bakteri sebagai Penyakit X, yang menunjukkan patogen yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan epidemi internasional yang serius," jelas WHO, dikutip dari Peoples Gazetee, Selasa (22/11).

Penyusunan daftar itu dimulai WHO sejak Jumat lalu. Daftar itu akan memandu investasi global, serta penelitian dan pengembangan vaksin, tes, dan perawatan.

Sebelumnya daftar patogen prioritas diterbitkan WHO pada 2017 lalu. Kini dalam daftar itu terdapat patogen seperti Covid-19, virus Ebola, demam Lassa, sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), demam Rift Valley, Zika, dan "Penyakit X".

"Menargetkan patogen prioritas dan keluarga virus untuk penelitian dan pengembangan penanggulangan sangat penting untuk respons epidemi dan pandemi yang cepat dan efektif. Tanpa investasi penelitian dan pengembangan yang signifikan sebelum pandemi Covid-19, tidak mungkin mengembangkan vaksin yang aman dan efektif dalam waktu singkat," jelas Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Michael Ryan.

Setelah daftar itu rampung, WHO akan menentukan patogen mana yang paling berbahaya (prioritas) agar para ahli dapat segera meneliti patogen tersebut.

Sebelumnya, proses penyusunan daftar itu akan mencakup kriteria ilmiah dan kesehatan masyarakat, serta kriteria yang terkait dengan dampak sosial ekonomi, akses kesehatan, dan kesetaraan.

Penelitian dan pengembangan juga akan mencakup patogen prioritas. Tujuannya adalah untuk memaparkan kesenjangan pengetahuan serta area penelitian.

Penelitian lanjut atas patogen prioritas akan memudahkan produksi vaksin, perawatan, dan tes diagnostik serta untuk memetakan, menyusun, dan memfasilitasi uji klinis untuk pengembangan alat perawatan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]