Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Meningkat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan data yang dilansir Biro Pusat Statistik (BPS) dan Pusdatin Kemenparekraf, hingga bulan Mei 2012, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia mencapai 3.180.779 wisatawan atau naik 8,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penerbangan langsung terbukti menjadi faktor penting untuk menggenjot jumlah wisman. Kita berharap kenaikan ini terjadi setelah maskapai Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Haneda-Denpasar dengan frekuensi lima kali seminggu,” jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa(3/7/2012).

Menurut Mari Elka, realisasi Januari-Mei tersebut sudah melampaui target yakni 3.160.000 wisman.

“Pertumbuhan wisman yang tetap di atas pertumbuhan perekonomian global maupun pertumbuhan wisman global di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian dunia adalah berita baik. Dengan tren peningkatan jumlah wisatawan mancanegara, kita optimistis target 8 juta wisman dan U$9 miliar devisa dapat tercapai tahun ini,” ungkap Mari.

Data bulan Mei 2012 menyatakan wisman yang datang berjumlah 650,883 wisman, naik 8.45% dibandingkan bulan lalu sebanyak 626,100 wisman. Bandara Ngurah Rai, Bali masih menjadi gerbang utama kedatangan wisman dengan jumlah 220,508 wisman, dan secara kumulatif Januari hingga Mei 2012 wisman yang masuk melalui bandara ini sebanyak 1,125, 003 wisman atau tumbuh 5,6%.  Sedangkan pintu masuk kedua Soekarno-Hatta, Jakarta, sebanyak 185.932 wisman atau mengalami pertumbuhan sebesar 23,62%.

Pintu masuk lain yang juga tercatat mengalami pertumbuhan tinggi pada bulan Mei 2012 adalah Husein Sastranegara, Bandung sebanyak 12.597 wisman atau mengalami pertumbuhan sebesar 34,05% dan Adi Sumarmo, Solo sebanyak 3.325 wisman atau mengalami pertumbuhan sebesar 30,80%.

Untuk negara asal wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui 19 pintu masuk utama pada bulan Mei 2012 terbesar berasal dari Malaysia (108.176 orang), Singapura (99.676), Australia (71.640), RRT (43.457), dan Jepang (30.791).

Selain kenaikan, ada beberapa tren angka pertumbuhan wisman yang menarik. Setelah mengalami pertumbuhan rendah dan bahkan menurun, jumlah wisman Jepang yang berkunjung ke Indonesia mulai positif sejak bulan Maret 2012, dan pada bulan Mei 2012 pertumbuhannya mencapai 12,01% dibanding bulan Mei 2011.

Hal ini kemungkinan terkait dengan mulai dibukanya penerbangan Garuda Indonesia dengan rute Haneda-Denpasar sejak 27 April 2012 serta sudah mulai pulihnya perekonomian Jepang dari dampak tsunami dan kecelakaan pembangkit nuklir.

Hasil analisa Direktorat Pengembangan Pasar Kemenparekraf sejauh ini mengkonfirmasi kenaikan jumlah wisman dengan penerbangan langsung.

Kenaikan di pintu masuk Soekarno Hatta karena adanya tambahan seats penerbangan langsung dari pasar Malaysia sebanyak 268,580 seats. Selain Garuda Indonesia, tambahan seats juga disumbangkan oleh maskapai Malaysian Airlines, Jet Star dan Qantas.

Dengan catatan yang sama, pertumbuhan wisman dari Taiwan mengalami penurunan dan diharapkan dengan ada penerbangan langsung maskapai Garuda Indonesia Taipei-Denpasar, agar dapat meningkatkan kembali jumlah wisman dari Taiwan.

Secara kumulatif pada periode Januari sampai Mei 2012, asal kebangsaan wisman yang berkunjung ke Indonesia dibanding dengan periode yang sama tahun 2011 secara umum pertumbuhannya positif. Kontribusi Wisman lima terbesar berturut-turut adalah asal kebangsaan Singapura (478.680 orang), Malaysia (459.586), Australia (342.161), RRT (264.715) dan Jepang (166.774).

Kontribusi kelima negara tersebut terhadap total kunjungan wisman pada 19 pintu masuk utama mencapai 57,35%.  Pertumbuhan wisman Januari-Mei dari RRT masih dua digit sebesar 25,1%, dari Malaysia 18,1% dan Australia 11,8%.

Untuk beberapa negara asal yang walaupun jumlahnya masih rendah secara absolut, tetapi pertumbuhannya dalam tahun ini tinggi adalah beberapa negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia yang tumbuh sebesar 18,3% selama Januari-Mei dan mencapai 33.566 wisman.

Sedangkan untuk negara-negara yang mengalami masalah krisis ekonomi global seperti AS dan UE, ternyata masih ada pertumbuhan yang menggembirakan.  Pertumbuhan wisman dari AS adalah 11,3% di bulan Mei dan 26% selama Januari-Mei untuk mencapai 81.197.

Sementara untuk beberapa negara Eropa memang pertumbuhan rendah ataupun menurun, namun wisman dari Jerman dan Inggris masih mengalami pertumbuhan masing-masing 11,6% dan 14,2% untuk mencapai 54.248 dan 77.049 wisman.

Walaupun belum ada data terkini pertumbuhan wisatawan nusantara (wisnus), mengingat bahwa sekarang adalah liburan sekolah dan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang masuk kelas menengah terus meningkat, diperkirakan pertumbuhan wisnus juga terus meningkat.

Hal tersebut dapat dipantau dari kepadatan tempat hiburan, kapasitas penuh yang dialami oleh maskapai penerbangan dalam negeri dan tingkat hunian hotel yang secara rata-rata meningkat dari 51,4% menjadi 51,7% antara Januari-Mei 2012 dibanding 2011.

Dalam rangka menjaga kinerja pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan bekerja sama dengan semua stakeholder untuk menjaga kinerja pertumbuhan wisman dari sumber negara yang mengalami pertumbuhan tinggi dan melakukan evaluasi bagi beberapa negara yang pertumbuhannya menurun atau bahkan negatif serta segera mencari solusinya.

Disamping itu Kemenparekraf mempunyai komitmen untuk meningkatkan daya tarik dan kesiapan di 16 destinasi dan mengembangkan 7 minat khusus seperti wisata kuliner dan belanja, rekreasi olah raga, sejarah dan budaya, alam dan ekowisata, spa dan kebugaran, MICE dan kapal pesiar.

Dengan langkah-langkah yang terfokus diharapkan dapat menyumbang langsung ke pertumbuhan di wilayah daya tarik wisata serta pertumbuhan nasional.

Berita Lainnya
  • Okupansi Hotel Balikpapan Mencapai 70 Persen
  • Hotel Tanpa IMB Disulap Jadi Rumah Makan
  • Hore!Hotel Amaris Hadir di Cirebon
  • Jabar Bidik Wisman Malaysia
  • BPPD Jawa Barat akan Bangun Perwakilan di Malaysia
  • Ini Dia Dua Pasangan Mesum yang Terjaring dari Hotel

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.