Kunjungi Austria, Menhub Budi Jajaki Investasi Kereta Gantung untuk IKN Nusantara

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkunjung ke Austria untuk penjajakan kerja sama di bidang transportasi. Di Austria, Menhub Budi bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suarso Monoarfa, menemui CEO Doppelmayr, Thomas Pichler.

Kunjungan ke kantor Doppelmayr Garaventa Group di Wolfurt Austria, lantaran perusahaan tersebut merupakan produsen kereta gantung internasional, dan penggerak orang untuk ke area ski, transportasi perkotaan, taman hiburan, dan material handling system.

Menhub Budi berharap, produsen kereta gantung itu dapat menjadi referensi pembangunan kereta gantung di ibu kota negara (IKN) baru Republik Indonesia.

"Dan kita juga akan kembangkan kereta gantung sebagai salah satu transportasi ramah lingkungan untuk melayani mobilitas dan pariwisata di kawasan inti pusat pemerintahan di IKN," ujar Menhub Budi dikutip pada Jumat (2/9).

Menhub Budi menuturkan, di IKN, kereta gantung akan berfungsi sebagai layanan transportasi untuk menghubungkan antara zona bisnis dan komersial dengan zona perumahan di IKN.

"Kereta gantung juga dapat digunakan di sejumlah wilayah di Indonesia, untuk menghubungkan daerah yang berbukit atau sulit untuk dijangkau selain juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata," sambungnya.

Alih Teknologi

kunjungi austria, menhub budi jajaki investasi kereta gantung untuk ikn nusantara
kunjungi austria, menhub budi jajaki investasi kereta gantung untuk ikn nusantara

Pada kesempatan itu, Menhub Budi juga mengundang pihak Doppelmayr dan sejumlah perusahaan di Austria untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan sistem transportasi perkeretaapian di Indonesia, khususnya kereta gantung.

Undangan kerja sama juga, ditawarkan Menhub Budi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap teknologi kereta gantung, dengan melaksanakan program pertukaran SDM, maupun program-program lainnya.

Turut hadir dalam kunjungan, Plt. Dirjen Perkeretaapian Zulmafendi, Deputi Bidang Ekonomi Kementrian PPN/Bapennas Amalia Adininggar Widyasanti, serta jajaran Kemenhub dan Kementerian PPN/Bapennas. [bim]