Kunjungi Kendari, Kadin Sultra Dukung Anindya Bakrie Jadi Ketum

Dusep Malik, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rombongan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM menghadiri pelantikan Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang di Kendari pada Selasa 30 Maret 2021.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah, Anindya Bakrie mengatakan kepada Ketua Kadin Sulawesi Tenggara terpilih yaitu Anton Timbang agar lebih memperhatikan potensi sumber daya alam yang ada di wilayahnya.

Selain itu, Anton yang miliki latar belakang pengusaha asal Kota Kendari diharapkan dapat memanfaatkan potensi aspal yang ada di Kabupaten Buton. Terlebih, saat COVID-19 Kadin bisa menjadi jembatan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia. .

"Pasca COVID-19 melanda, seharusnya Kadin bisa menjadi jembatan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia," kata Anindya Bakrie di Kendari, Selasa 30 Maret 2021.

Sementara itu, Anton Timbang merasa kagum dengan kehadiran sosok Anindya Bakrie yang menjadi calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026. Dan untuk itu, dirinya menyatakan dukungannya kepada Anindya Bakrie untuk maju pada Munas Kadin mendatang.

Lalu, di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani berharap agar Kadin Sulawesi Tenggara tetap mempertahankan sinergitas terhadap pemerintah.

"Hal itu agar tetap mempertahankan sinergitas dengan pemerintah daerah, agar nantinya iklim usaha dan investasi di daerah bisa berkembang untuk kemakmuran para pelaku usaha dan masyarakat sekitar," jelas Rosan.

Sedangkan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi menyampaikan harapannya kepada Ketua Kadin Sulawesi Tenggara yang baru untuk bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah, terkait penyusunan program pekerjaan, agar nantinya Kadin bisa menjadi corong mengembangkan potensi sumber daya alam dan UMKM.

Kemudian, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki banyak Sumber Daya Alam yang bisa dimanfaatkan, apalagi saat ini produk Aspal Buton akan dibeli oleh negara.

Menurut dia, untuk tahap pertama terdapat 100 ribu aspal Buton dan tahap kedua akan diolah pada akhir 2021 dengan kapasitas 400 ribu ton.

"Diharapkan di tengah pandemi COVID-19 ini, Kadin bisa lebih berperan aktif untuk kembali membangkitkan perekonomian di Indonesia," ujar Bahlil.

Laporan kontributor tvOne: Erdika Mukdir/Kendari Sulawesi Tenggara