Kunjungi Kudus, Ganjar Temukan Kejadian Mengejutkan

·Bacaan 2 menit

VIVA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pengecekan ke sejumlah layanan kesehatan di Kabupaten Kudus, Senin, 31 Mei 2021. Hal itu terkait lonjakan tajam kasus COVID-19 di daerah itu.

Beberapa faskes yang disidak yaitu RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Darurat di Asrama Mahasiswa Akbid Kudus, RS Mardi Rahayu, serta mengunjungi desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus.

Di RSUD Loekmono Hadi, Ganjar menilai ada pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan COVID-19. Ia terkejut karena ada sejumlah pasien COVID-19 yang seharusnya diisolasi, malah ditunggu oleh keluarganya.

Bahkan para keluarga pasien yang sedang menunggu itu juga tidak mengedepankan protokol kesehatan. Mereka duduk-duduk bersama keluarga pasien lain dan bahkan pasien COVID-19.

"Sampeyan ngapain pak, di situ? Positif juga?" tanya Ganjar pada beberapa orang yang sedang duduk-duduk di lorong tempat isolasi itu.

"Tidak pak, ini lagi nunggu keluarga," kata mereka.

Ganjar langsung menegur Dirut RSUD Loekmono Hadi dan Bupati Kudus, Hartopo, yang mendampinginya. Ganjar menegaskan apa yang terjadi itu salah dan harus dievaluasi karena membahayakan.

"Kalau orang tidak positif, kenapa harus ada di ruang isolasi ini. Apalagi mereka bersama satu ruangan di situ. Ini kan bahaya, siapa yang menjamin mereka tidak ketularan. Kalau seperti ini kan jumlahnya justru akan semakin banyak," tegas Ganjar.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kudus 600 Persen, RS di Kota Tetangga Siaga Penuh

Ganjar kembali menemukan kejadian yang sama saat melihat rumah sakit darurat di asrama mahasiswa Akbid Kudus. Di tempat itu, ada beberapa pasien yang ditunggu oleh keluarganya.

"Saya minta SOP diperketat, agar ini tidak menular. Tadi bahaya itu, maka saya minta dievaluasi langsung hari ini juga. Agar tidak menambah potensi penularan pada yang lain," kata Ganjar.

Direktur RSUD, Abdul Aziz Achyar, pun mengiyakan teguran Ganjar dan berjanji akan langsung melakukannya hari ini.

"Tentu akan kami evaluasi sesuai arahan Pak Gubernur," katanya.

Hingga saat ini, data website resmi corona.kuduskab.go.id mencatat, ada 1.198 kasus aktif di Kudus baik yang dirawat maupun yang isolasi mandiri.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel