Kunjungi Papua Barat, Nadiem Makarim Bicara soal Pemerataan Pendidikan

·Bacaan 1 menit
Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Papua Barat. (foto: dokumentasi Mendikbud).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, daerah tertinggal, terluar, dan terdepan akan menjadi salah satu area prioritas untuk menerapkan digitalisasi sekolah. Hal ini menurutnya sebagai bentuk pemerataan pendidikan yang ada.

Hal ini disampaikan Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Papua Barat.

"Mereka yang benar-benar butuh pemerataan tersebut, butuh akses internet yang berimbang sama seperti di kota. Pemerataan ini terus diupayakan pemerintah," kata Nadiem Makarim dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

Dia juga mengingatkan, pemanfaatkan teknologi harus dikedepankan. Karena bisa mengembangkan dan mengasah kemampuan anaki didik.

"Tadi saya tanya ada yang memanfaatkan laptop untuk menulis laporan. Saya senang sekali karena salah satu fungsi kenapa laptop itu disediakan adalah untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam belajar menulis," jelas Nadiem makarim.

Menurut dia, belajar menulis adalah fondasi dari kompetensi literasi. "Dari situ, anak-anak dapat berargumentasi melalui tulisan," ucap Nadiem Makarim.

Berikan Bantuan

Nadiem Makarim memastikan, pemanfaatan bantuan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Kemendikbud sampai dan dimanfaatkan oleh para guru dan siswa.

"Saya senang mendengar bahwa peralatan TIK yang disalurkan bermanfaat bagi para guru dan siswa. Saya senang diminta lebih banyak lagi. Itu artinya digunakan," kata dia.

Nadiem Makarim mengingatkan, bantuan tersebut masih belum sesuai dengan jumlah murid yang ada mengingat sekolah yang lain juga membutuhkan.

"Tapi di tahun-tahun ke depan kita akan terus mengakselerasi bantuan TIK ini," tutur dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: