Kunjungi Pengungsian, Ini Saran Jusuf Kalla untuk Penanganan Dampak Gempa Cianjur

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengunjungi Kantor PMI Cianjur dan tempat pengungsian korban gempa Cianjur, Rabu (23/11). Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia ini memberikan sejumlah saran untuk penanganan dampak gempa.

Jusuf Kalla berharap semua bantuan untuk korban dan penanganan bencana gempa di Kabupaten Cianjur dimaksimalkan. Ia menyoroti alur distribusi logistik yang akan dibenahi.

Dari pantauannya, ia mengapresiasi bantuan relawan yang datang untuk para korban, namun, perlu penyempurnaan sistem dan tata kelolanya.

Hal ini pula yang ia tekankan kepada anggota PMI dalam bekerja dalam kondisi kedaruratan. PMI sudah mendatangkan 15 mobil tangki dan membeli 100 tenda untuk operasi yang bisa digunakan selama empat bulan ke depan.

"Saya ingin terlebih dahulu mengapresiasi organisasi relawan datang dari banyak daerah ke sini, ada Jakarta, Bandung, Sukabumi, tapi perlu bekerja sistematis," ucap dia.

Ajak Daerah Lain Membantu

Jusuf Kalla menegaskan dalam satu bulan ke depan, beberapa hal pokok yang harus menjadi prioritas untuk korban dalam situasi kedaruratan adalah tempat tinggal, makanan, dan kesehatan.

"PMI juga bekerja sesuai dengan sistem kita yang sudah berlaku. PMI semua akan turun. Kebutuhan yang mendesak itu makanan dan minuman makannya," jelas Jusuf Kalla.

"Mereka (pengungsi) di mana tinggal sementara, makanannya bagaimana dan kesehatannya bagaimana, itu kita kerjakan minimum sebulan itu, kemudian merehabilitasi," lanjutnya.

Pemenuhan tiga hal pokok itu tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua pemerintah daerah. Maka dari itu, ia mengimbau semua pemerintah daerah memberikan bantuan agar upaya penanganan kedaruratan bencana bisa berjalan maksimal.

"Ada BNPB, Basarnas, Pemda, gubernu,r kemudian pusat, semuanya dari daerah lain juga membantu, PMI juga akan menyiapkan dana yang cukup untuk operasi PMI dan juga untuk masyarakat lain," kata dia.

"Pemda (Cianjur) kalau kita lihat sekarang tugasnya mengoordinir daripada bantuan yang ada dan juga relawan yang ada baik dari militer, kan yang paling banyak kan dari TNI dan polisi kan, nah malah marinir datang untuk membantu, jadi mengkoordinirnya sebenarnya harus betul penempatannya dan sebagainya," ucap Jusuf Kalla lagi.

Hal penting lainnya adalah memastikan layanan kesehatan bagi para korban. Ia menyarankan rumah sakit di daerah lain bisa dimaksimalkan agar pasien tidak menumpuk di Cianjur.

"Memang yang kewalahan rumah sakit, kalau perlu rumah sakit yang sehat itu dipindahkan ke rumah sakit yang dekat, kabupaten dekat ke Sukabumi atau kalau perlu ke Bandung kan tidak terlalu jauh juga, saya kira rumah sakit di Cianjur sendiri tidak bisa menampung semua," pungkasnya. [yan]