Kunjungi Penyuplai Oksigen, Wali Kota Bandung Sebut Pasokan Masih Aman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mendatangi langsung salah satu penyuplai gas Samator Grup di Kota Bandung, PT Aneka Gas Industri. Oded memastikan pasokan oksigen untuk rumah sakit di Kota Bandung aman.

"Ada empat penyuplai di Kota Bandung. Mereka saling melengkapi. Kalau di sini kurang, bisa dapat dari tempat lain," kata Oded di Aneka Gas Industri, Rabu (7/7/2021).

Oded juga memastikan kebutuhan oksigen untuk medis di Kota Bandung bisa terpenuhi. Setiap rumah sakit terlayani dengan baik.

Dengan amannya ketersediaan oksigen untuk Kota Bandung ini, Oded yakin penanganan Covid-19 di Kota Bandung bisa terkendali. Di samping upaya Pemkot Bandung terus mendorong penambahan tempat tidur di rumah sakit.

"Insya Allah ke depan semua aman. Karena semua mitra rumah sakit yang ada di Kota Bandung sudah lengkap dan sudah bisa berjalan. Stoknya bisa mencukupi," ucapnya.

Sementara itu, Manajer Area Samator Grup Chandra Subekti menyatakan saat ini pihaknya sudah sepenuhnya melayani kebutuhan untuk medis. Sementara permintaan oksigen untuk industri tidak dilayani.

"Sekarang semua full untuk medical. Di sini sebelum pandemi 30 persen untuk industri. Setelah pandemi, untuk industri sedikit demi sedikit kita kurangi sampai sekarang full 100 persen untuk medical," katanya.

Tingkatkan Kapasitas

Selain berkonsentrasi penuh untuk pelayanan medis, Samator juga sudah menaikkan kapasitas produksi harian. Kini, dalam satu hari di PT Aneka Gas Industri sudah bisa memproduksi 1.100 tabung berkapasitas 6 meter kubik.

"Sebelumnya, sekitar 250-an tabung per hari. Di cabang ini kurang lebih kita layani 24 rumah sakit di Kota Bandung. Karena kita cukup strategis radius 5 kilometer saja ada 10 rumah sakit," ujarnya.

Sebagai konsekuensinya, sambung Chandra, para pegawai di PT Aneka Gas Industri menambah jam kerja termasuk saat hari libur atau pada akhir pekan. Dia pun memastikan tidak menaikkan harga jual oksigen. Untuk satu tabung berukuran 6 meter kubik tetap dijual dengan kisaran harga antara Rp40.000-70.000.

"Jadi sebenarnya stok di sini untuk satu setengah hari. Tapi pengiriman bahan baku setiap hari. Suplai bahan aman untuk produksi harian. Memang kita cukup kerepotan. Jam kerja sekarang sampai pukul 02.00 atau 03.00 WIB pagi," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel