Kunjungi Sorong, Mendikbud Optimistis Kemajuan Pendidikan di Papua Barat

·Bacaan 2 menit
Nadiem Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Papua Barat. (foto: dokumentasi Mendikbud).

Liputan6.com, Jakarta - Selama melakukan kunjungan kerja di Kabupaten dan Kota Sorong, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meninjau 13 lokasi, di antaranya 10 sekolah, baik negeri maupun swasta, serta Sanggar Seni Nani Bili, Kampung adat Malaumkarta, dan Cagar Budaya Kubu Pertahanan Jepang.

Dari kunjungan tersebut, Nadiem optimistis pendidikan di Papua Barat akan terus maju. Ia menuturkan, para guru dan kepala sekolah di Papua Barat sudah memiliki paradigma dasar Merdeka Belajar.

"Saat saya bertemu guru-guru dan kepala sekolah di Papua, mereka punya dasar paradigma Merdeka Belajar, mereka punya keinginan untuk lebih baik, dan itu adalah yang terpenting dalam transformasi pendidikan," tutur Nadiem dalam keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021).

Dia mengatakan, tugas pihaknya ialah menumbuhkan potensi yang telah ada itu. Sehingga para pihak terkait di sana dapat berinovasi guna memajukan pendidikan di Bumi Cenderawasih.

"Jadi tugas Kemendikbud adalah menetaskan potensi, agar para kepala sekolah dan guru di Papua Barat dapat berinovasi dan difasilitasi untuk memajukan anak-anak Tanah Papua," tutup dia.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar menilai Nadiem telah memanivestasikan perintah Presiden Joko Widodo, salah satunya program pembangunan Papua, khususnya sumber daya manusia di Papua.

"Kita bisa lihat kinerja Kemendikbud di tengah pandemi Covid-19, mereka kerja cepat, kreatif, dan tepat," ujar Billy.

Menurut dia, kerja cepat Nadiem ditunjukkan dengan dapat dilihatnya data realtime yang diperoleh secara langsung untuk mengetahui masalah di lapangan.

"Mendikbud bisa membuat data realtime. Tadi bisa kita lihat sendiri ketika berdialog dengan para guru kekurangan dan kesalahan ada di mana," papar Billy.

Sosok yang Kreatif

Dia juga menilai mantan Bos Gojek Indonesia itu dapat bekerja secara tepat sasaran di mana ia melakukan penilaian terhadap indeks harga dan kemahalan, sehingga Provinsi Papua dan Papua Barat akan memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang lebih tinggi dari provinsi lain.

Kemudian, Billy juga menilai Nadiem sebagai sosok yang kreatif, di mana pada saat turun ke Pulau Soop, terdapat anak-anak sekolah yang kesulitan mengakses transportasi dan Nadiem bergegas mencetuskan sebuah ide.

"Tepat pada saat itu juga, Mas Menteri menyumbang sebuah kapal dan muncul ide kreatif dengan membuat sistem transportasi agar guru dan anak anak bisa jalan bersekolah dengan bantuan pemerintah," tandas Billy.

Saksikan video pilihan di bawah ini: