Kuota BBM Menipis Akibat Manajemen Stok Lemah

  • Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    Tempo
    Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    TEMPO.CO , Jakarta - Jalur ganda rel kereta api lintas utara Pulau Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya dipastikan siap beroperasi pada akhir April 2014. pekan depan. Menurut juru bicara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Muhartono, dari total jalur ganda sepanjang total 727 kilometer, hanya 8 kilometer yang belum siap 100 persen. (Baca : Double Track Kereta Lintas Jawa Rampung Maret). …

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    Tempo
    Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    TEMPO.CO , Jakarta - Meski menuai penolakan dari serikat karyawan, sejumlah analis menilai akuisisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh PT Bank Mandiri (persero) bakal memperkuat portofolio kredit keduanya. BTN diperkirakan akan memperkuat posisi di pasar properti. »Keberadaan BTN juga akan menambah portofolio kredit Bank Mandiri,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, kepada Tempo. …

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi premium terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini akibat menpisnya persediaan dan telah menyebabkan kerusuhan sosial. Situasi ini harus dikendalikan untuk menghindari dampak yang lebih buruk secara sosial maupun ekonomi.

“Kelangkaan ini akibat lemahnya manajemen stok dan pengendalian yang buruk terhadap proses penyaluran BBM bersubsidi. Berbagai program penghematan oleh Pemerintah gagal dalam implementasi di lapangan,” ujar Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar, Rabu (28/11), menanggapi kelangkaan BBM bersubsidi akhir-akhir ini.

Dalam APBN-P 2012 ditetapkan kebutuhan BBM subsidi sebanyak 40 juta kilo liter, kemudian Pemerintah mengajukan kembali tambahan sebanyak 4 juta kiloliter kepada DPR sebesar 44 juta kiloliter. Namun diprediksi tambahan kuota itu tidak mencukupi, mengingat saat ini telah terjadi kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah.

“Kuota tambahan tersebut ternyata tidak mencukupi, tergambar dari kelangkaan yang terjadi di berbagai daerah. Ironisnya, angka overkuota tahun 2012 lebih besar dibandingkan tahun 2010 dan 2011 yang overkuota nya rata-rata hanya sebesar 2 juta kilo liter.” Tegas Rofi. 

Menurut catatan Pertamina sampai dengan 24 November 2012, realisasi penyaluran Premium mencapai 25,2 juta KL dan Solar sebanyak 12,9 juta KL. Dengan normalisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan terlampaui masing-masing sekitar 450.000 KL Premium dan 800.000 KL Solar.

Legislator dari Jatim ini menambahkan, Pemerintah harus melakukan inventarisasi kebutuhan dan alokasi BBM dengan tepat hingga akhir tahun di berbagai daerah, disisi lain harus serius dalam menekan kebocoran dan penyelewengan yang terjadi selama ini.

Konsumsi Solar dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 6%. Adapun, konsumsi Premium meningkat rata-rata 8% per tahun. Bahkan, pada 2011 peningkatan konsumsi Premium nasional mencapai 11%, dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

PT Pertamina Pemasaran Region V misalnya, mencatat sisa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk wilayah Jawa Timur sudah sangat kritis. Hingga akhir Oktober, stok BBM hanya tersisa 818,8 ribu kiloliter, atau 14 persen dari total kuota BBM 5,78 juta kiloliter.

Konsumsi BBM subsidi di Jawa Timur pada periode Januari-Oktober 2012 mencapai 4,96 juta kiloliter, atau 85,8 persen dari total kuota. Ia memerinci, untuk konsumsi Premium mencapai 3,24 juta kiloliter dan solar sebesar 1,7 juta kiloliter. Artinya, konsumsi Premium hingga Oktober 2012 berlebih 2 persen dan solar berlebih 4 persen.

Saat ini telah terjadi kelangkaan di beberapa SPBU di daerah-daerah, seperti Bojonegoro, Sumenep, dan Mojokerto. Untuk Surabaya sendiri, masih belum terjadi kelangkaan BBM subsidi.

“Kelangkaan dan ketersediaan BBM saat ini tentu akan sangat berpengaruh pada mobilitas ekonomi masyarakat dan dapat mendorong inflasi, apalagi menjelang akhir tahun biasanya kebutuhan BBM akan meningkat seiring pergerakan masyarakat guna merayakan hari raya dan hari besar keagamaan. Berbagai program pengendalian harus direncanakan secara matang dan terukur, jangan sampai menimbukan gejolak dimasyarakat” papar Rofi.

Mengacu pada surat BPH Migas No. 943/07/Ka BPH/2012 tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, Pertamina mulai melakukan pengendalian dengan kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1% hingga 35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait. (*)

BACA JUGA:

  • Cadangan Tambang Indonesia Besar, Tapi Lemah ...
  • Fuji Xerox DocuPrint P455d Lindungi Data Bisn...
  • Dirut Merpati Salah Melapor Hatta Tak Datang ...


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...