Kuota Elpiji 3 Kg Ditambah Jelang Ramadan

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - PT Pertamina Lampung akan meningkatkan kuota liquid petroleum gas (LPG) atau elpiji menjelang bulan Ramadan pada pertengahan Juli mendatang.

"Kuota elpiji tiga kilogram (kg) ditetapkan 275 ton per hari untuk Juli karena menghadapi bulan Ramadan," ujar Ahmad Yudistira, Sales Representative Gas Domestik Region II Rayon 3 Lampung, Kamis (28/6/2012) sore.

Yudistira mengatakan, pemerintah pusat mulai menerapkan sistem kuota terhadap elpiji tabung tiga kg sejak Juni 2012. "Karena ini barang subsidi, pemerintah (pusat) menetapkan kuota sama seperti BBM (bahan bakar minyak) subsidi," terangnya.

Penggunaan kuota baru diterapkan sekarang meskipun konversi penggunaan elpiji dari minyak tanah di Lampung telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2009 lalu. Yudistira mengungkapkan, sistem kuota belum dilakukan selama tiga tahun belakangan karena pemerintah masih menghitung kebutuhan elpiji di masyarakat.

"Selama ini, kami menyalurkan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat," tutur Yudistira.

Pada Mei atau bulan terakhir sebelum sistem kuota diberlakukan, kebutuhan elpiji 3 kg masyarakat mencapai 280 ton per hari. Meskipun demikian, pemerintah pusat menetapkan kuota elpiji di Lampung hanya sebesar 240 ton per hari pada awal Juni.

"Makanya, kami melakukan pengurangan distribusi. Karena memang, alokasinya sudah diatur," ucap Yudistira.

Namun, jumlah kuota elpiji 3 kg ditambah pada pertengahan Juni menjadi 260 ton per hari. Hal itu dilakukan setelah terjadi kekosongan elpiji di beberapa daerah di Jawa.

"Melihat kondisi Jawa, kami mengajukan supaya ada penambahan kuota (elpiji tiga kg). Itu disetujui pertengahan Juni," kata Yudistira.

Baca Juga:

  • SBY Tiba di Secapa AD Bandung
  • Terbukti Ijazah Palsu Ketua KPUD Deyai Papua Bakal Dipecat 
  • Alzier Dianis Siap Maju Pilgub Lampung
  • Norman Telan 1 Kg Narkoba Minta Maaf ke Pemerintah Indonesia 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.