Kuota Pemesanan Mobil Ini Nyaris Habis

·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbeda dengan pabrikan kendaraan pada umumnya, produsen mobil sport seperti Lamborghini setiap tahun hanya bisa membuat ribuan unit saja setiap tahunnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu bisa terjadi, mulai dari tingkat ketelitian yang lebih tinggi hingga proses pengerjaan tidak sepenuhnya dilakukan menggunakan robot.

Tidak mengherankan, apabila kemudian calon pembeli harus menunggu hingga tahun depan untuk bisa mengemudikan mobil asal Italia itu.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Paultan, Senin 14 Juni 2021, peminat mobil berbanderol mahal ini selama pandemi mengalami peningkatan. Bahkan, kuota produksinya pada tahun ini sudah hampir habis.

Naiknya jumlah peminat, dikarenakan banyak orang kaya yang menghabiskan waktu mereka di rumah. Alhasil, uang yang biasa dipakai untuk berlibur atau bersenang-senang terkumpul cukup untuk membeli mobil berlogo banteng tersebut.

Chief Executive Officer Lamborghini, Stephan Winkelmann mengatakan bahwa jumlah pemesanan yang masuk sudah mencapai kurang lebih 10 bulan dari total kapasitas produksi tahun ini.

“Meski dua bulan pabrik harus berhenti beroperasi karena pandemi, namun pencapaian Lamborghini pada 2020 adalah tahun terbaik kedua sepanjang sejarah kami,” ujarnya.

Model yang paling banyak dipesan, kata Stephan yakni Lamborghini Aventador. Mobil seharga mulai dari Rp8 miliar itu dibekali mesin 12 silinder berkapasitas 6.500cc, yang dalam kondisi standar menghasilkan tenaga 690 daya kuda serta torsi 690 Newton meter.

Sebagai informasi, sampai dengan 2020 Lamborghini sudah memproduksi lebih dari 10 ribu unit Aventador. Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada 2011, sebagai pengganti dari model Murcielago.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel