Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Pembunuh Office Boy di Palembang

Merdeka.com - Merdeka.com - Belum 24 jam, polisi meringkus pelaku pembunuhan petugas kebersihan, DW (57), yang ditemukan tewas saat bekerja. Hanya saja, penyidik belum menjelaskan secara gamblang terkait pelaku.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Dwi Satya Arian mengungkapkan, pelaku ditangkap setelah polisi mengamankan barang bukti, salah satunya gerobak pemulung di TKP dan keterangan sejumlah saksi.

Statusnya sudah menjadi tersangka dan masih dalam pemeriksaan.

"Alhamdulillah sudah ditangkap, masih proses," ungkap Dwi, Kamis (21/7).

Untuk informasi lanjutan, Dwi menyebut akan disampaikan setelah pemeriksaan dilakukan. Ia enggan menyebutkan identitas tersangka dan motif pembunuhan.

"Nanti akan dirilis setelah pemeriksaan," ujarnya.

Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang AKBP dr Mandiri menjelaskan, korban tewas akibat luka parah dari benda tajam di hampir seluruh tubuhnya.

Pemeriksaan dilakukan di bagian luar jenazah.

"Ada 10 luka tusuk, yakni di dada, perut, dan wajah. Diameternya bervariasi, mayoritas serius lukanya," ujarnya.

Sebelumnya, DW ditemukan tewas banyak luka tusuk di tubuhnya di semak-semak di Jalan Letjen Harun Sohar, Kelurahan Kebun Bunga, Sukarami, Palembang, Rabu (20/7).

Penemuan mayat membuat warga dan rekan-rekan seprofesi gempar.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Dwi Satya Arian mengungkapkan, korban diduga kuat akibat tindak pidana pembunuhan. Kejahatan itu terjadi pada saat korban sedang bekerja membersihkan jalan.

"Korban tewas diduga dibunuh sedang bekerja. Korban masih mengenakan pakaian lengkap," ungkap Dwi, Rabu (20/7).

Dari hasil olah TKP, ditemukan gerobak pemulung di lokasi. Penyidik masih mendalami keterkaitan barang bukti dengan pembunuhan tersebut.

"Ada gerobak pemulung, diduga milik pelaku. Kami juga duga pelaku bermaksud menyembunyikan mayat korban di semak-semak," ujarnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel