Kurang Petugas Pemakaman, Puluhan Jenazah Masih Tersimpan di RSUD Koja

·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan jenazah COVID-19 dan non COVID-19 masih tersimpan dan belum bisa dilakukan penanganan proses pemakaman di RSUD Koja Jakarta Utara, Kamis 1 Juli 2021.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Koja dr Ida Bagus Nyoman Banjar mengatakan, pihaknya di RSUD sangat minim personel dan mengharapkan bantuan dati pemerintah untuk proses cepat penanganan jenazah dan pasien lainnya. Diketahui ada sekitar 20 hingga 23 jenazah yang belum bisa dimakamkan.

"Ini ada sekitar 20 atau 23 (jenazah) jadi dinamis sekali. Beberapa diangkut, kan, ada yang COVID dan non-COVID karena kami melayani keduanya," Nyoman Banjar ketika dikonfirmasi, Kamis 7 Juli 2021.

Banjar menjelaskan, masih tersimpannya puluhan jenazah yang menunggu dimakamkan tersebut, lantaran kurangnya personel untuk pemulasaran dan proses pemakaman.

"Bantuan tenaga pemulasaraan jenazah kalau ada. Jadi kita pasti akan fasilitasi dengan APD bagi yang mampu melakukan pemulasaraan jenazah," ujarnya.

Banjar mengatakan, RSUD kewalahan mengurusi jenazah yang menunggu dimakamkan tersebut. Kurangnya ketersediaan peti mati untuk jenazah, minim tenaga pemulasaran dan terbatasnya armada mobil ambulans menambah kesulitan RSUD Koja menangani pemakanan Jenazah.

"Iya memang ada, jadi memang semua kelabakan. Pertama masalah peti, terus pemulasaraannya terbatas, yang meninggal banyak, jadi memang antrean begitu. Kemudian mengangkutnya juga terbatas paling 5 dari pemakaman," ujarnya.

Banjar mengatakan RSUD Koja saat ini hanya memiliki 5 petugas untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman.

"Petugas kami kan cuma 5 orang, 5 orang itu kan naik dan turunin kemudian melakukan pemulasaraan kan butuh waktu dan itu ada kapasitas," ujarnya.

Demi mengatasi masalah ini, RSUD Koja mengusulkan pemulasaraan jenazah agar bisa diurus pihak rumah sakit lain, seperti di rujuk, Langkah tersebut diambil, lanjut Banjar, supaya tidak lagi terjadi antrean.

"Kita lagi berupaya kita bisa nggak melaksanakan sendiri pemulasaraan, jadi kita berkoordinasi dengan ini, cuma nanti kita kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman.” ujarnya.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat di Jakarta, Wagub Riza: Sanksi Seberat-beratnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel