Kurangi Limbah Plastik dari Pembalut Wanita, Cara Ini Bisa Jadi Solusi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Masa menstruasi pada anak remaja putri kerap tak diperhatikan secara detail lantaran minimnya edukasi. Padahal, kecenderungan acuh terhadap kebersihan area intim saat menstruasi bisa berdampak besar bagi kesehatan secara menyeluruh.

Periode menstruasi pada remaja putri menjadi momen yang sangat penting untuk bisa menjaga area kewanitaan. Sayangnya, rendahnya edukasi terkait pola mengganti pembalut, malah berdampak bahaya bagi fungsi organ reproduksi.

Nah saat ini banyak pembalut wanita yang beredar di pasaran dan semuanya menggunakan kemasan dari plastik. Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memiliki sederet permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian khusus hingga saat ini.

Adapun berbagai permasalahan lingkungan tersebut mencakup deforestasi, rusaknya ekosistem terumbu karang, polusi udara, dan sampah plastik yang menumpuk serta pengelolaan sampah yang belum maksimal.

Melihat permasalahan lingkungan serta menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2021, PT Unicharm Indonesia Tbk. sebagai salah satu industri FMCG di Indonesia berinisiatif meluncurkan Eco Friendly Package Product dengan kemasan kertas, menggunakan material recycled Pulp pada produk Charm Safe Night dan Protect Pollution dalam edisi terbatas

"Masalah lingkungan jadi persoalan di seluruh dunia. Karena itu kami menciptakan produk yang ramah lingkungan, terutama di generasi milenial," kata Presiden Director PT Unicharm Indonesia, Yuji Ishii, saat video conference, Kamis 4 Juni 2021.

Langkah yang dilakukan oleh Unicharm Indonesia ini adalah dengan meluncurkan kemasan Eco Friendly Packaging, yang bertujuan mengurangi penggunaan plastik.

"Kami ingin mengurangi sampah plastik, dengan meluncurkan kemasan yang ramah lingkungan dengan edisi terbatas. Produk yang kami luncurkan adalah Charm safe night dan Protect Pollution," kata Heni Indrayati, Corporate Respresentatif PT Unicharm Indonesia.

Menurut RnD representative PT Unicharm Indonesia Tbk, Makoto Ichikawa, produk terbuat dari kertas daur ulang yang diurai dan dibuat kertas lagi untuk digunakan sebagai kemasan.

"Dibuat dari kertas daur ulang seperti kardus atau kertas bekas pakai yang kami urai menjadi serat dan diproses kembali menjadi kertas. Dengan membuat kemasan kertas ini kami dapat mengurangi penggunaan plastik sekitar 70 persen dibanding sebelumnya," tutur Makoto.

Kemasan Charm Safe Night dan Protect Pollution mulai diluncurkan pada Juni dan diproduksi dalam jumlah terbatas.