Kurator: Islam punya budaya kaya dan agung

Ida Nurcahyani
·Bacaan 2 menit

Kurator seni Bambang Asrini Widjanarko mengatakan Islam punya budaya yang kaya dan agung yang tak cuma tertera dalam Alquran. Dalam webinar "Seni Islam, Kaligrafi dan Perkembangannya di Indonesia", dia menyebut masyarakat muslim di dunia memuja keindahan transenden dalam tradisi seni Islam dari masa ke masa.

Sebab, karya seni adalah wakil 'alam al misal (alam misal) yang berfungsi jadi perantara atas alam kemanusiaan dengan semesta ketuhanan.

"Seni adalah kreativitas manusia yang mempesona indra kita, kemudian mendekatkan diri kita kepada Tuhan," kata Bambang, Minggu.

Menurut dia, kultur islam bermanifestasi dalam seni rupa terhubung dengan jenis kaligrafi dan seni hias tetumbuhan. Pada abad 19 dan abad 20, peradaban Eropa juga terinspirasi oleh Islam.

"Terutama pelukis seperti Rembrandt, Delacroix sampai Matisse."

Dia menyebutkan, para pelukis itu terinspirasi dari seni miniatur Islam yang mengekspos gaya figuratif, geometri atau bentuk-bentuk esensial secara abstraktif tubuh manusia dan alam yang bersentuhan dengan seni Islam di Persia, Afrika, China, Tibet atau India.

"Kita mengingat salah satu ikon dunia seni di Jerman, yakni Goethe, sangat memuja Nabi Muhammad SAW."

Dia juga menyebutkan Goethe juga menyelidiki soal teori warna yang memberikan sumbangsih besar kepada seni rupa dunia yang berpengaruh hingga saat ini.

Kajian teori warna dari Goethe pun mempengaruhi seniman Rusia Wassily Kandinsky, ikon pelukis abstrak yang memperkenalkan warna dalam lukisannya, kemudian menghubungkan dengan spiritualisme.

Dia menyebutkan juga beberapa tempat pameran seni masa kini yang memperlihatkan keindahan kaligrafi, seperti Museum Masa Depan di Dubai, Uni Emirat Arab, yang eksteriornya dihiasi kaligrafi Arab yang juga berfungsi sebagai jendela.

Karya seni yang berhubungan dengan Islam telah dipamerkan di berbagai tempat di dunia, salah satunya British Museum. Dia berharap Indonesia yang punya banyak kekayaan seni Islam mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat bisa turut dipamerkan untuk memperlihatkan tradisi Islam di Tanah Air yang kaya.

Pelukis dan kaligrafer Said Akram dalam kesempatan yang sama memaparkan perkembangan kaligrafi di Indonesia. Pada era 90-an, ada berbagai pameran kaligrafi yang dihelat di Tanah Air. Dia menambahkan, seni mengenai Islam harus terus diangkat di Indonesia.

Baca juga: "Selfie" abad 17 akan dipamerkan di Belanda

Baca juga: Lukisan Rembrandt Dijual 47 Juta Dolar AS

Baca juga: Pembukaan Rijkmuseum Amsterdam Ditunda