Kurir Makanan Bikin Sendiri Pesanan Pelanggan karena Menunggu Terlalu Lama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Frustrasi setelah menunggu terlalu lama untuk mengambil pesanan, seorang kurir memutuskan turun tangan menyiapkan makanan sendiri. Ini terjadi di sebuah restoran di Selangor, Malaysia.

Lewat sebuah video di akun TikTok @broarifffff, kurir itu tampak lihai membuat roti canai. Dalam klip berdurasi 11 detik, pria yang merekam momen tersebut memperlihatkan bahwa kurir makanan ini dengan cukup tenang membuat pesanan pelanggannya.

Di kolom komentar, banyak warganet memuji upaya kurir makanan yang "berdedikasi untuk memenuhi pesanan." "Pengendara Anda menyiapkan makanan Anda," tulis salah satunya, mengarah pada notifikasi yang umumnya diterima pelanggan. Hanya saja, tentu bukan kurir yang menyiapkan sendiri pesanan dalam waktu normal.

Ini bukan kali pertama kurir makanan yang melampaui lingkup pekerjaannya mencuri perhatian di media sosial. Agustus lalu, video yang juga viral di TikTok, menunjukkan kurir makanan membantu pemilik kios lansia di Penang membuat roti canai untuk pelanggan sambil menunggu pesanannya.

Melansir Malay Mail, Rabu, 13 Oktober 2021, pria bernama Khairul Mustafa ini berbagi bahwa ia biasa membantu orangtuanya di toko roti canai milik mereka. Ini dilakukannya sejak berusia 12 tahun selama libur sekolah, terutama akhir pekan.

Menurut kurir berusia 24 tahun ini, ketika tiba di kios tersebut, ada empat pengendara yang menunggu pesanannya diantar. Ia merupakan pengendara kelima dengan pesanan 15 roti canai, lapor Mstar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Hanya karena Kebaikan Hati

Ilustrasi Roti Canai Credit: freepik.com
Ilustrasi Roti Canai Credit: freepik.com

Sejak bergabung dengan layanan pemesanan online, pemilik kedai roti canai yang merupakan lansia itu mengaku berjuang mengatasi banyaknya pesanan. Menyadari itu, Hamizan menyingsingkan lengan baju dan mulai bekerja menyiapkan roti canai sambil menunggu pesanannya dikirim ke pelanggan.

"Orangtua saya juga menjual roti canai. Mereka mempertahankan gerai di Pokok Sena Kepala Batas dan masih berbisnis sampai sekarang. Ibu saya mengajari saya cara membuat roti canai," katanya.

Tidak hanya karena kebaikan hatinya, kurir makanan di Malaysia juga sempat mencuri perhatian karena diterima bekerja di perusahaan akuntansi terbesar di dunia. Lewat unggahan di media sosial, beberapa waktu lalu, pria bernama Fauzan Hasany ini membagikan cerita dirinya yang bekerja paruh waktu sebagai kurir makanan.

Selama hampir dua tahun ia berkeliling mengantar makanan sambil menyelesaikan kuliah di jurusan akuntansi. Tidak gengsi, apalagi malu, Fauzan mengendarai sepeda motornya mengitari setiap rumah maupun kantor untuk mengantar makanan yang telah dipesan melalui aplikasi online.

Memulai Karier Baru

Ilustrasi kurir makanan/dok. Unsplash Lucian
Ilustrasi kurir makanan/dok. Unsplash Lucian

Seiring waktu, ia pun berhasil lulus dan diterima kerja. Tak tanggung-tanggung, ia diterima bekerja di PricewaterhouseCoopers atau PwC Malaysia, perusahaan multinasional yang dianggap sebagai salah satu firma akuntansi terbesar di dunia.

Fauzan akan bekerja sebagai audit associate di PwC Malaysia. Pekerjaan ini membuatnya bisa menghasilkan uang berkali-kali lipat dibanding saat bekerja sebagai kurir makanan. Mendedikasikan perhatian sepenuhnya, ia pun berhenti bekerja sebagai kurir makanan.

Ia akan memulai karier barunya di tempat lain. Bekerja di firma akuntansi terbesar di dunia ini merupakan salah satu mimpi yang diraih setelah melalui jalan panjang nan berliku. Di unggahan itu, Fauzan berharap agar semua orang yang sedang mencari pekerjaan dan beasiswa mendapat hasil terbaik.

Infografis Titik Lengah Makan Bersama

Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Niman)
Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel